SAMPIT/TABENGAN.CO.ID — PT Karya Makmur Bahagia (PT KMB), bagian dari Bumitama (BGA Group), terus menghadirkan berbagai inisiatif pemberdayaan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya di Kabupaten Kotawaringin Timur. Upaya tersebut, salah satunya, diwujudkan melalui penguatan infrastruktur desa dan pengembangan ekonomi berbasis lokal dengan tujuan memperluas akses masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya peluang ekonomi yang berkelanjutan.
Sejalan dengan komitmen Bumitama Berdaya (Beri Dukungan dan Upaya), perusahaan melakukan perbaikan jalan poros sepanjang 4 kilometer di Kecamatan Antang Kalang. Jalan ini merupakan jalur utama yang menghubungkan sejumlah desa sekaligus mendukung mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta akses menuju layanan pendidikan, kesehatan, dan berbagai layanan publik.

Sebelumnya, kondisi jalan yang rusak dan berlubang, terutama saat musim hujan, cukup menghambat aktivitas masyarakat. Perjalanan menjadi lebih sulit, distribusi hasil pertanian terhambat, dan akses terhadap layanan dasar pun ikut terdampak.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, perbaikan dilakukan secara bertahap pada ruas-ruas prioritas sesuai standar teknis pembangunan jalan. Upaya ini diharapkan menghadirkan infrastruktur yang lebih aman, nyaman, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat
“PT KMB berharap perbaikan jalan poros ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Antang Kalang. Jalan yang layak tidak hanya mendukung mobilitas, tetapi juga memperkuat keterhubungan antarwilayah, memperlancar aktivitas ekonomi, serta memudahkan akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar. Kami percaya, pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat luas lahir dari kolaborasi yang baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat,” ungkap Josep Sitorus, CSR Head Assistant PT KMB.
Perbaikan jalan tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah kecamatan dan masyarakat setempat. Infrastruktur yang semakin baik diharapkan mampu memperlancar konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas sosial dan ekonomi di Kecamatan Antang Kalang.
Komitmen PT KMB dalam pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur. Perusahaan juga memperkuat ekonomi lokal melalui pelatihan pengolahan pangan berbahan dasar ikan yang diikuti 28 peserta dari lima desa di sekitar wilayah operasional, yaitu Desa Tumbang Boloi, Tumbang Bejanai, Gunung Makmur, Luwuk Kuwan, dan Sungai Hanya.
Selama pelatihan, peserta mempelajari cara mengolah hasil perikanan lokal menjadi produk bernilai tambah, seperti stik ikan haruan, abon, amplang, dan kerupuk. Untuk memperkuat kesiapan usaha, PT KMB juga menghadirkan praktisi UMKM bersama Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kotawaringin Timur yang membagikan materi mengenai proses produksi, pengemasan, pengembangan usaha, hingga pentingnya legalitas agar produk memiliki daya saing di pasar.
“Legalitas usaha menjadi salah satu kunci agar produk UMKM dapat berkembang dan memiliki daya saing. Kami mengapresiasi langkah PT KMB yang tidak hanya memperkuat keterampilan produksi, tetapi juga membekali masyarakat dengan pemahaman mengenai aspek legalitas usaha,” ungkap Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kotawaringin Timur, Taufik
CSR Assistant PT KMB, M. Ramdani Fitriansyah, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat membekali masyarakat dengan keterampilan mengolah potensi perikanan lokal menjadi produk bernilai tambah yang mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga. Menurutnya, keterampilan, inovasi, dan pemahaman dalam mengembangkan usaha menjadi kunci agar potensi lokal dapat memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui penguatan infrastruktur dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, PT KMB akan terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat program pemberdayaan, sekaligus mendorong tumbuhnya masyarakat desa yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing secara berkelanjutan. ist/bb











