-
ASPIRASI PRAKTISI

Bukan Sekadar Jenderal Birokrasi, Baru I. Sangkai Adalah Jawaban Paling Rasional untuk Kursi Sekda Kalteng, dalam bingkai Huma Betang

374
×

Bukan Sekadar Jenderal Birokrasi, Baru I. Sangkai Adalah Jawaban Paling Rasional untuk Kursi Sekda Kalteng, dalam bingkai Huma Betang

Sebarkan artikel ini
Dr. Ari Yunus Hendrawan
-

TABENGAN.CO.OD-Pemilihan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah kini memasuki babak penentuan. Dari tiga nama yang dinyatakan lolos seleksi, sosok Baru, S.Pd., M.Si. (Kepala Satpol PP Kalteng) muncul bukan hanya sebagai kandidat, melainkan sebagai figur sentral yang paling diunggulkan untuk memimpin roda birokrasi Bumi Tambun Bungai.

Kalimantan Tengah hari ini tidak sekadar membutuhkan administrator yang pandai menata berkas di belakang meja. Kalteng membutuhkan eksekutor lapangan, perajut harmoni, dan pemimpin yang nyalinya teruji. Dalam konteks inilah, kelayakan Baru I. Sangkai menjadi tak terbantahkan.

Ketua Perkumpulan Penyang Tambung Bungai Nusantara, Dr. Ari YH, secara tajam menyoroti keunggulan absolut yang dimiliki oleh sosok Baru dibandingkan kandidat lainnya. Menurutnya, rekam jejak Baru adalah representasi nyata dari kepemimpinan yang berakar pada realitas lapangan dan kearifan lokal

“Kalteng butuh jenderal birokrasi yang nyalinya teruji dan akar budayanya kuat. Kita tidak sedang mencari sekadar pegawai tinggi, kita mencari pemimpin. Pak Baru punya itu. Beliau bukan hanya paham regulasi, beliau adalah perisai adat dan pemersatu umat. Jika kita bicara objektivitas, jam terbang, dan legitimasi akar rumput, posisi beliau sangat sulit ditandingi,” tegas Dr. Ari YH

Dalam “Kalteng butuh jenderal birokrasi yang nyalinya teruji dan akar budayanya kuat. Kita tidak sedang mencari sekadar pegawai tinggi, kita mencari pemimpin. Pak Baru punya itu. Beliau bukan hanya paham regulasi, beliau adalah perisai adat dan pemersatu umat. Jika kita bicara objektivitas, jam terbang, dan legitimasi akar rumput, posisi beliau sangat sulit ditandingi,” tegas Dr. Ari YH

Pernyataan tersebut didasarkan pada dua pilar kekuatan tak tertandingi dari seorang Baru I. Sangkai:

1. Rekam Jejak Birokrasi yang Ekstensif dan Tanpa Celah

Baru I. Sangkai tidak karbitan. Karir birokrasinya ditempa dari bawah dan lintas wilayah. Beliau pernah memegang komando sebagai Kepala Dinas di Kabupaten Pulang Pisau, mengabdi di tingkat kota, hingga memegang posisi strategis di Pemprov Kalteng. Lebih dari itu, pengalaman emasnya sebagai Penjabat (Pj) Bupati membuktikan bahwa beliau memiliki ketangguhan manajerial tingkat tinggi, kemampuan resolusi konflik, dan kecakapan dalam mengelola daerah secara otonom—sebuah portofolio yang sangat krusial bagi seorang Sekda.

Benteng Falsafah Huma Betang dan Legitimasi Adat

Di tengah dinamika sosial Kalteng yang majemuk, Baru I. Sangkai memegang posisi kunci yang tak dimiliki kandidat lain. Beliau menjabat sebagai Sekretaris BATAMAD (Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak) Kalteng.

Hal ini menegaskan bahwa falsafah Huma Betang di tangan seorang Baru I. Sangkai bukanlah slogan politik kosong, melainkan laku hidup yang secara konsisten ia pertahankan untuk menjaga kesetaraan, keamanan, dan hak-hak masyarakat lokal.

Lolosnya nama Baru I. Sangkai bersama dua kandidat lainnya (Farid Wajdi, AKS., MSw dan dr. Linae Victoria Aden, M.M.Kes.) ke dalam tiga besar adalah bukti bahwa Panitia Seleksi telah bekerja secara objektif. Namun, penentuan akhir kini berada pada pertimbangan kepemimpinan yang holistik.

Bagi orang Kalteng Kalteng, sosok Baru I. Sangkai bukan sekadar pilihan di atas kertas. Beliau adalah representasi dari birokrasi yang visioner, tegas, dan mengakar kuat pada perlindungan umat serta masyarakat adat. Memilih Baru I. Sangkai adalah langkah paling strategis untuk memastikan akselerasi pembangunan Kalteng berjalan selaras dengan detak jantung kebudayaannya.karna beliau bukan hanya tau tapi paham betul falsafah huma betang. rls/red

-
-
-