-
Hukrim

GANG SARI 45 MEMBARA-Api Hanguskan Puluhan Rumah dan Sekolah

557
×

GANG SARI 45 MEMBARA-Api Hanguskan Puluhan Rumah dan Sekolah

Sebarkan artikel ini
MUSIBAH KEBAKARAN-Petugas berjibaku memadamkan kobaran api yang melahap permukiman warga di Jalan dr. Murjani, Gang Sari 45, tepatnya di belakang Hotel Rahman, Minggu (12/7/2026) siang. FOTO TABENGAN/DIRMANTIO
-

+Akses Sempit Hambat Pemadaman

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan dr. Murjani, Gang Sari 45, tepatnya di belakang Hotel Rahman, Minggu (12/7/2026) siang. Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan sedikitnya sekitar belasan rumah warga yang berada di dua wilayah rukun tetangga (RT) dan sekolah.

Peristiwa tersebut mengundang kepanikan warga dan penghuni rumah yang berusaha menyelamatkan diri sekaligus mengeluarkan barang-barang berharga sebelum api melahap seluruh bangunan.

Puluhan petugas pemadam kebakaran bersama relawan berjibaku memadamkan api agar tidak terus merambat ke rumah lainnya.

Ketua RT 03/RW 09, Djamrudinoor, mengatakan dirinya pertama kali mengetahui adanya kebakaran setelah melihat kepulan api muncul dari bagian belakang salah satu rumah.

“Yang saya lihat memang awalnya dari belakang rumah, tepatnya di bagian dapur,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Ia menjelaskan, sebagian besar bangunan di kawasan tersebut merupakan rumah berbahan kayu yang dibangun berdempetan satu sama lain. Kondisi itu menyebabkan kobaran api dengan sangat cepat menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya.

“Rumah-rumah di sini memang berdempetan dan kebanyakan berbahan kayu, sehingga api cepat sekali menyebar,” jelasnya.

Menurutnya, kebakaran tidak hanya berdampak pada wilayah RT 03, tetapi juga merembet ke RT 01 karena kondisi rumah warga yang saling berhimpitan.

“Ada dua RT yang terdampak, yakni RT 3 dan RT 1. Untuk jumlah rumah yang terbakar belum bisa dipastikan. Perkiraan sementara sekitar 10 rumah, namun yang jelas di lingkungan RT 3 cukup banyak rumah yang terdampak,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BPK Kamboja, Sucipto, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 12.30 WIB. Setelah memastikan informasi tersebut benar, seluruh personel langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

“Sekitar pukul 12.30 WIB kami menerima informasi adanya kebakaran rumah. Setelah dipastikan benar, kami langsung menuju lokasi bersama anggota untuk melakukan penanganan,” katanya.

Berdasarkan pendataan sementara di lapangan, diperkirakan kurang lebih sekitar 10 rumah telah terbakar. Namun angka tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan masih berlangsung.

“Perkiraan sementara sekitar 10 rumah yang sudah terbakar. Nanti akan dilakukan pendataan lebih lanjut untuk memastikan jumlah pastinya,” ungkapnya.

Mengenai penyebab kebakaran, Sucipto menegaskan pihaknya belum dapat memastikan sumber api. Informasi awal yang diterima menyebutkan api pertama kali terlihat dari dapur salah satu rumah sebelum akhirnya membesar dan merembet ke bangunan lain.

“Untuk sementara belum bisa dipastikan penyebabnya. Informasi awal memang menyebutkan api berasal dari salah satu dapur rumah warga, tetapi penyebab pastinya masih dalam penyelidikan pihak berwenang,” tegasnya.

Proses pemadaman di lapangan juga menghadapi berbagai kendala. Salah satunya adalah keterbatasan pasokan air serta akses jalan menuju titik kebakaran yang sangat sempit sehingga menghambat mobilisasi kendaraan dan peralatan pemadam.

“Kendala utama kami adalah suplai air dan akses jalan. Air di sekitar lokasi cukup sulit didapat, terutama di bagian depan. Selain itu jalan yang sempit membuat mobilisasi personel maupun peralatan menjadi lebih sulit,” ucapnya.

Hingga berita ini ditulis, petugas gabungan masih melakukan proses pendinginan di sejumlah titik untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Sementara itu, petugas terkait masih melakukan pendataan terhadap jumlah rumah yang terdampak serta menyelidiki penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan permukiman padat penduduk tersebut. dte/fwa-red

 

 

-
-
-