-
Ekobis

Pelaku Usaha Keluhkan Urgensi Lini 2 Kargo Bandara Tjilik Riwut

189
×

Pelaku Usaha Keluhkan Urgensi Lini 2 Kargo Bandara Tjilik Riwut

Sebarkan artikel ini
-

+ Kepala Departemen Komersil Pastikan Transparan dan Sesuai Regulasi

​PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Muncul polemik di kalangan pelaku usaha jasa pengiriman dari rencana pemberlakuan layanan Lini 2 Kargo di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya. Kebijakan yang diklaim otoritas bandara untuk tujuan sterilisasi dan keamanan tersebut dinilai minim transparansi dan terkesan sepihak.

​Sorotan utama datang dari Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Barang (Asperindo) Kalimantan Tengah. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW Asperindo Kalteng, Ahmad Faiz, secara terbuka mempertanyakan landasan regulasi sekaligus urgensi di balik perombakan sistem kargo tersebut.

​Menurut Faiz, sejak awal rencana ini digulirkan, pihak bandara belum memberikan cetak biru yang jelas. Otoritas bandara sebelumnya sempat menjanjikan adanya pertemuan lanjutan untuk membedah regulasi dan alur teknis, namun janji tersebut urung ditepati.

​“Kami sempat mengikuti sosialisasi penerapan Lini 2 Kargo dan mempertanyakan bagaimana konsepnya. Namun, sampai sekarang belum diberitahukan,” ungkap Faiz, Sabtu (25/7/2026).

​Alih-alih merealisasikan dialog lanjutan, pihak bandara justru melakukan penerbitan surat. Hal ini ditandai dengan terbitnya Surat Nomor: API.23002/PR.03.01.04/2026/PKY-B tertanggal 9 Juni 2026 tentang implementasi lini 2 kargo. Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari surat Kepala Cabang Bandara Tjilik Riwut nomor UND.PKY.GMB.0030/PR.03.01.04/2026.

​Yang mengejutkan para mitra usaha, surat tersebut secara mendadak menetapkan PT. Indonesia Aviation Cargo sebagai pengelola resmi layanan Lini 2 Kargo, berdasarkan kesepakatan kerja sama dengan PT Angkasa Pura Indonesia.

​“Kami merasa penunjukan ini merupakan bentuk kurangnya keterbukaan pihak bandara kepada mitra yang selama ini sudah berkegiatan di lingkungan bandara,” tegas Faiz.

​Lebih jauh, Asperindo mempertanyakan alasan mendasar otoritas bandara mengubah alur yang sudah ada. Selama ini, aktivitas pengiriman barang melalui satu jalur akses dinilai berjalan lancar tanpa kendala berarti. Faiz pun menyentil, apakah pernah terjadi insiden luar biasa (extraordinary event) di kawasan bandara hingga kebijakan ini harus dieksekusi secara terburu-buru.

​Menyikapi kebuntuan komunikasi ini, Asperindo Kalteng mendesak manajemen Bandara Tjilik Riwut untuk segera membuka ruang dialog. Para pelaku usaha menuntut adanya kejelasan, transparansi, serta kesediaan pihak bandara dalam mengakomodasi masukan para mitra operasional sebelum aturan Lini 2 Kargo diberlakukan secara penuh.

 

Bandara Tjilik Riwut Pastikan Transparan

Sementara itu, Manajemen Bandar Udara Tjilik Riwut memberikan klarifikasi resmi terkait rencana peluncuran layanan Lini 2 Kargo yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 10 Agustus 2026 mendatang. Penjelasan ini dikeluarkan menjawab pertanyaan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Barang (Asperindo) Kalimantan Tengah.

​Pengelola bandara menjamin bahwa seluruh tahapan penerapan kebijakan tersebut telah berjalan di atas koridor hukum serta mematuhi prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG).

Kepada Tabengan, mewakili General Manager KC Bandara Tjilik Riwut I Made Darmawan, Kepala Departemen Komersil Togi Kristian Sinaga yang dikonfirmasi melalui WhatsApp menegaskan bahwa kehadiran layanan lini kedua kargo ini tidak berbenturan dengan aturan mana pun.

​”Jika berbicara mengenai kejelasan regulasi, tidak ada satu pun aturan yang melarang beroperasinya Lini 2 Kargo. Selama prosesnya berlangsung, kami selalu berpegang teguh pada langkah-langkah yang sesuai dengan standar GCG,” terang Togi pada Sabtu (25/7/2026).

​Terkait proses kemitraan, pihak bandara memaparkan bahwa tahap sosialisasi sebenarnya telah digulirkan sejak awal Juni 2026. PT Angkasa Pura Indonesia juga telah membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh perusahaan pengirim barang (shipper) di lingkungan bandara untuk menjalin kerja sama. Namun, hingga batas waktu penawaran, tercatat hanya PT Indonesia Aviation Cargo yang secara resmi mengajukan diri.

​Merespons permintaan Asperindo terkait peningkatan transparansi dan kejelasan informasi, manajemen Bandara Tjilik Riwut menyambutnya dengan tangan terbuka. Mereka menyatakan kesiapannya untuk duduk bersama dan mencari titik temu.

​”Ke depannya kami akan terus bersosialisasi kepada pihak-pihak jasa pengiriman dan kami menyediakan ruang diskusi yang seluas-luasnya. Apabila rekan-rekan dari Asperindo atau para shipper lainnya ingin berdialog langsung, kami sangat terbuka,” pungkasnya. nus/red

 

-
-
-