PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemadaman listrik bergilir yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya, menuai keluhan masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H Edy Pratowo dan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin kompak mendesak PT PLN (Persero) agar lebih terbuka menyampaikan penyebab, jadwal, serta penanganan gangguan listrik kepada masyarakat.
Desakan itu muncul menyusul kembali maraknya pemadaman listrik yang berlangsung hingga berjam-jam dan dinilai mengganggu aktivitas warga maupun dunia usaha.
Wakil Gubernur Kalteng H Edy Pratowo mengatakan, keterbukaan informasi dari PLN menjadi hal yang sangat penting agar masyarakat mengetahui penyebab terjadinya pemadaman dan pemerintah dapat melakukan evaluasi terhadap persoalan tersebut.
“Saya kira keterbukaan informasi publik dari pihak PLN sangat perlu. Kita harus bisa menerima masukan dari berbagai pihak dan masyarakat. Keterbukaan ini sangat penting dalam rangka evaluasi dan koreksi diri,” ujar Edy usai menghadiri kegiatan di Ballroom Aquarius Hotel, Palangka Raya, Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, listrik telah menjadi kebutuhan vital yang menopang hampir seluruh aktivitas masyarakat. Karena itu, keandalan pasokan listrik maupun pelayanan informasi kepada publik harus menjadi perhatian utama.
“Dalam situasi sekarang ini, kita harapkan jangan lagi masyarakat kita dibebani dengan hal-hal yang memberatkan. Karena semua sektor sekarang menggunakan listrik, jadi harus kita prioritaskan,” tegasnya.
Meski mengaku belum menerima laporan resmi dari manajemen PLN mengenai penyebab kembali terjadinya pemadaman bergilir, Edy memastikan akan melakukan pengecekan lebih lanjut.
“Nanti coba kita cek lagi, mungkin ada kendala teknis di mana. Sepanjang pasokan listrik tersedia, sumber tenaga mencukupi, termasuk bahan bakarnya, kita berharap PLN tidak melakukan pemadaman,” katanya.
Senada dengan itu, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin juga meminta PLN segera memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat terkait penyebab, pola, hingga jadwal pemadaman bergilir yang kembali terjadi.
Menurut Fairid, masyarakat membutuhkan kepastian, terlebih sebelumnya sempat beredar informasi bahwa kondisi kelistrikan di wilayah Palangka Raya telah kembali normal.
“Yang pertama, informasi dulu kepada warga. Kalau ada pemadaman yang dilanjutkan, mohon dari pihak PLN memberikan statement supaya membuat ketenangan di masyarakat. Masyarakat perlu mengetahui ini kenapa dan jadwalnya seperti apa,” kata Fairid.
Ia mengaku hingga kini belum memperoleh penjelasan rinci mengenai penyebab kembali terjadinya pemadaman, meski dinas terkait telah melakukan koordinasi dengan pihak PLN.
“Saya juga akan koordinasi. Tetapi kiranya pihak PLN bisa memberikan konfirmasi, memberikan penjelasan kepada rekan-rekan media dan masyarakat,” ujarnya.
Fairid menilai, dampak pemadaman listrik tidak hanya dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi, terutama pelaku usaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik.
“Yang lebih saya tekankan adalah aktivitas perekonomian warga,” tegasnya.
Terkait pelayanan kesehatan, Fairid menjelaskan rumah sakit pada umumnya telah memiliki standar sistem kelistrikan cadangan berupa genset yang bekerja secara otomatis saat terjadi gangguan pasokan listrik. Meski demikian, ia berharap pelayanan publik, khususnya layanan kesehatan, tetap tidak terdampak oleh pemadaman.
“Rumah sakit itu memiliki standar. Salah satunya harus ada genset yang bekerja secara otomatis. Tetapi pelayanan publik, khususnya pelayanan dasar terutama kesehatan, kalau bisa jangan sampai terkena dampak,” jelasnya. nws-red











