-
Ekobis

Asap Karhutla Mulai Ganggu Penerbangan

202
×

Asap Karhutla Mulai Ganggu Penerbangan

Sebarkan artikel ini
BERBAHAYA-Kabut Asap selimuti Jalan RTA Milono Km 6 Palangka Raya pukul 10.00 WIB. FOTO TABENGAN/ANITA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai berdampak pada aktivitas transportasi udara. Meski secara umum operasional penerbangan masih berlangsung normal, namun mulai mengganggu jarak pandang.

Informasi dihimpun Tabengan, dua penerbangan di Kalteng sempat mengalami penundaan jam keberangkatan pada Senin (27/7/2026). Pesawat Susi Air rute Palangka Raya–Hampapak (PKY–HMS) mengalami keterlambatan keberangkatan sekitar 60 menit sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi cuaca di Bandara Tjilik Riwut.

Satunya lagi, penerbangan Jakarta-Sampit di Bandara H Asan Sampit juga sempat mengalami penundaan sekitar 2 jam akibat hotspot. Untungnya BPBD setempat melakukan penanganan cepat sehingga operasional penerbangan kembali normal.

General Manager Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, mengakui, kemunculan kabut asap baru terjadi pada Senin (27/7/2026), sehingga aktivitas penerbangan secara umum belum mengalami gangguan yang signifikan.

“Sejauh ini kondisi penerbangan masih belum terganggu karena kemunculan kabut baru hari ini (Senin). Kami terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang dalam beberapa hari ke depan,” ujar I Made melalui pesan singkat.

I Made menegaskan, hingga saat ini operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut masih berjalan dengan aman. Penyesuaian jadwal dilakukan semata-mata untuk mengutamakan aspek keselamatan penerbangan sesuai dengan kondisi cuaca yang terjadi di lapangan.

Selain itu, pihak bandara terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, BMKG, maskapai penerbangan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memantau perkembangan kabut asap serta mengantisipasi potensi gangguan operasional apabila kondisi semakin pekat.

“Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Karena itu, kami terus memantau kondisi cuaca dan jarak pandang secara berkala bersama seluruh stakeholder agar operasional tetap berjalan aman dan lancar,” katanya.

Ia juga berharap penanganan karhutla di Kalteng dapat segera dioptimalkan sehingga kabut asap tidak semakin meluas dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat maupun sektor transportasi udara.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Raihansyah mengingatkan, karhutla yang mulai terjadi di wilayah Kotim berpotensi mengganggu sektor transportasi, distribusi logistik, hingga memicu kenaikan harga bahan pokok apabila tidak segera dikendalikan.

Raihansyah membenarkan, dampak karhutla sudah mulai dirasakan ketika kebakaran terjadi di kawasan sekitar lintasan berdekatan dengan Bandara H Asan Sampit. Akibatnya, jadwal penerbangan sempat mengalami penundaan sekitar 2 jam.

“Untungnya waktu itu bersama BPBD kami dapat melakukan penanganan dengan cepat sehingga operasional penerbangan hanya mengalami penundaan jam keberangkatan, bukan sampai ditunda berhari-hari,” ujarnya, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, keterlambatan tersebut bukan disebabkan kabut asap yang pekat, melainkan adanya titik api di sekitar jalur pendekatan pesawat menuju landasan pacu (runway) 13. Sebelum api berhasil dipadamkan, pesawat dari Jakarta belum diizinkan berangkat karena alasan keselamatan penerbangan.

“Setelah lokasi dinyatakan aman dan api berhasil dipadamkan, barulah pesawat bisa melakukan pendaratan dengan aman di Sampit,” katanya.

Raihansyah mengkhawatirkan apabila karhutla semakin meluas dan menimbulkan kabut asap tebal, maka bukan hanya terjadi penundaan beberapa jam, tetapi bisa berujung pada pembatalan penerbangan maupun terganggunya jadwal pelayaran.

Ia menilai kondisi tersebut akan sangat merugikan masyarakat yang hendak bepergian ke Jakarta, Surabaya maupun daerah lainnya. rmp/may/rca-red

 

-
-
-