-
Hukrim

Karhutla Meningkat, Kobar Naik Status Tanggap Darurat

135
×

Karhutla Meningkat, Kobar Naik Status Tanggap Darurat

Sebarkan artikel ini
PEMADAMAN-Tim gabungan melakukan penanganan karhutla di wilayah Kobar. FOTO BPBD KOBAR
-

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengalami peningkatan seiring musim kemarau panjang. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Kobar meningkatkan status penanganan karhutla dari siaga menjadi tanggap darurat.

Bupati Kobar Hj Nurhidayah menyampaikan hal tersebut, Sabtu (8/8/2026). Ia mengatakan, peningkatan titik panas mulai terlihat sejak Juli dan mencapai puncaknya pada Agustus.

Hampir setiap hari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar bersama tim gabungan melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas.

“Peningkatan titik panas sudah disampaikan kepada Bapak Gubernur Kalteng selaku penanggung jawab. Kondisi di Kobar terus kami laporkan dan kami koordinasikan dengan pemerintah provinsi. Jika sebelumnya status masih siaga, karena terjadi peningkatan kasus maka ditingkatkan menjadi tanggap darurat,” ujar Nurhidayah.

Menurutnya, peningkatan status penanganan juga berkaitan dengan dukungan anggaran. Karena itu, seluruh unsur terus bergerak bersama dalam menangani karhutla di lapangan.

Bupati mengatakan, dirinya bahkan turun langsung mendekati lokasi titik api di wilayah Kumai untuk melihat penanganan karhutla. Pemerintah daerah juga mengerahkan kekuatan hingga tingkat paling bawah dengan melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang telah terbentuk di sejumlah wilayah.

Nurhidayah meminta seluruh perangkat desa, kelurahan dan kecamatan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan. Sebab, pembakaran lahan dapat menimbulkan dampak serius dan memiliki konsekuensi hukum.

“Agustus ini merupakan puncak musim kemarau. Selain kekeringan, cuaca panas ekstrem juga memicu munculnya titik api. Kita berupaya keras agar tidak terjadi kabut asap seperti pada 2019 lalu. Kabut asap bukan saja mengganggu kesehatan, tetapi juga dapat melumpuhkan perekonomian kita,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Kobar bersama-sama mencegah karhutla.

“Bunda mengajak masyarakat Kobar, stop membakar. Jaga kampung masing-masing agar terhindar dari karhutla,” pungkasnya. uli/fwa-red

 

-
-
-