-
Nasional

Teras Narang Berharap Tata Kelola Anggaran Berkeadilan dan Memiliki Kepastian Hukum

118
×

Teras Narang Berharap Tata Kelola Anggaran Berkeadilan dan Memiliki Kepastian Hukum

Sebarkan artikel ini
Agustin Teras Narang
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pada momen peringatan 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, bangsa ini dikejutkan dengan berita bencana gempa dari Nusa Tenggara Timur yang menjatuhkan puluhan korban. Turut berduka dan mari berdoa serta berbela rasa bagi para penyintas dengan beragam cara yang memungkinkan.

‎‎Sebelumnya, di Kalteng sendiri, banyak masyarakat berjuang menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang luasan dampak kebakarannya hingga akhir Juli lalu mendekati luasan satu kota Yogyakarta.

‎‎Bila dirunut lagi, lebih jauh sebelumnya bencana banjir bandang di Sumatera masih menyisakan banyak masalah yang membuat pemerintah mesti mengalokasikan sekitar Rp32 triliun pada tahun depan, serta sekitar Rp100 triliun dalam beberapa tahun ke depan untuk dana pemulihan pascabencana. Sebuah angka yang besar, sekaligus membutuhkan komitmen besar dan kecepatan dalam menjalankannya di tengah kerisauan para penyintas atas hidup mereka.

‎‎Sebagai Wakil Daerah Kalteng, sebagai bagian dari masyarakat daerah, Dr Agustin Teras Narang SH menaruh harapan besar pada momen peringatan 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. ‎Harapan akan tata kelola anggaran yang berkeadilan dan berkemanfaatan serta memiliki kepastian hukum.

‎‎Menurut Teras Narang, hal ini penting agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sungguh disusun dengan memberi prioritas pada apa yang menjadi kebutuhan nyata di daerah. Sehingga setiap tujuan baik yang hendak dicapai melalui postur anggaran, sungguh tepat sasaran, serta dikerjakan dengan berbasis data yang sesuai kebutuhan.

‎‎Dalam konteks kebencanaan, mantan Gubernur Kalteng dua periode ini berharap sungguh agar pemerintah lebih rasional dan realistis dalam menyiapkan anggaran kebencanaan. Baik anggaran yang ditujukan sebagai program mitigasi bencana, maupun program pengendalian serta pemulihan pascabencana. Kematangan berpikir visioner melihat bahwa daerah-daerah belakangan dan mungkin juga ke depan, menghadapi banyak bencana, mesti dibangun dan diwujudkan dalam kebijakan anggaran yang selaras.

‎‎”Aspek keadilan dalam menyusun anggaran mesti sungguh dijadikan fundamental pengambilan keputusan akhir. Aspek kebencanaan mesti satu aspek prioritas yang diperhitungkan sungguh dalam pembangunan daerah, sehingga dana transfer ke daerah, jangan sampai tak memadai untuk mendukung agenda pencegahan hingga pemulihan kebencanaan. Setiap elemen lembaga negara yang menangani kebencanaan, dan daerah yang rawan bencana, diharapkan didukung dengan atensi penuh yang memadai,” katanya.

‎‎Dalam usia bangsa yang sejatinya tak muda, harapan Teras Narang agar pemerintah akan sungguh memberi fokus pada pembangunan sumber daya manusia dan melanjutkan secara konsisten agenda perbaikan tata kelola sumber daya alam nasional kita.

“Sungguh menaruh atensi pada revitalisasi keunggulan pendidikan dan kesehatan, serta perbaikan infrastruktur daerah. Ini juga relevan dengan kesadaran masyarakat dalam mengantisipasi hingga turut mendukung pengendalian dan pemulihan bencana,” ujarnya.

‎‎Bila memungkinkan, imbuh Teras, pada kesempatan terdekat, sebelum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-82 pada tahun depan, diharapkan pula kita akan punya Undang-Undang Masyarakat Adat yang akan memberi ruang bagi mereka untuk diakui hingga diberdayakan bersama hak ulayatnya, termasuk disertakan dalam peran pencegahan dan pengelolaan kebencanaan di beberapa ruang yang memungkinkan dengan kearifan lokalnya.

‎‎Ia mengajak, mari dalam semangat keugaharian dan bercermin diri sebagai bangsa, kita merefleksikan arah kehidupan berbangsa serta bernegara. Tak apatis dan turut serta ambil bagian membangun komunitas dan daerah, sehingga akhirnya berdampak bagi kemajuan bangsa yang kita cintai bersama. Bergotong royong dalam semangat huma betang, mengawal kemerdekaan termasuk dalam mengawal kebijakan publik dengan baik, agar kebijakan negara sungguh bisa dirasakan seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia.

“‎‎Selamat memperingati 81 tahun kemerdekaan bangsa dan negara kita tercinta. Dirgahayu Republik Indonesia. ‎Merdeka! Merdeka! Merdeka!” ucap Teras Narang. rls/red

 

-
-
-