PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID –Deklarasi perang melawan narkoba menjadi langkah awal untuk memperkuat komitmen bersama, yang selanjutnya diwujudkan melalui gerakan nyata, edukasi, dan upaya pencegahan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Hal tersebut menjadi salah satu harapan Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Palangka Raya dalam Deklarasi Akbar Perang Melawan Narkoba di Bumi Tambun Bungai menuju Kalimantan Tengah Bersinar (Bersih dari Narkoba), yang dilaksanakan di Bundaran Besar Kota Palangka Raya, Kamis (20/8).
Ketua Umum DAD Kota Palangka Raya, Leonard S. Ampung didampingi Ketua Harian Jhon Retei dan Sekum Tirta, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan deklarasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Tengah.
“Artinya kami dari DAD Kota Palangka Raya sangat mendukung dan apresiasi terhadap deklarasi akbar ini. Kita bersama-sama untuk memerangi narkoba yang berada di Kalimantan Tengah,” ujar mantan Pj Sekda Prov Kalteng ini.
Leonard berharap deklarasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, diperlukan tindak lanjut yang konsisten melalui berbagai upaya preventif, khususnya dengan menyasar generasi muda.
“Jangan sekadar deklarasi, tapi ini ada kelanjutannya. Bukan seremoni, tetapi diteruskan dalam upaya-upaya preventif,” tegasnya.
Ia menilai upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari lingkungan pendidikan, perguruan tinggi, hingga masyarakat di wilayah pelosok. Hal tersebut penting mengingat narkoba merupakan ancaman laten yang dapat merusak masa depan generasi bangsa.
“Baik di tingkat pelajar, mahasiswa, seluruh komponen bangsa sampai kepada pelosok-pelosok. Karena ini adalah musuh laten dari bangsa kita, yaitu bahaya narkoba itu sendiri,” katanya.
Leonard juga menaruh perhatian khusus terhadap para pelajar yang hadir dalam deklarasi tersebut. Ia mengingatkan agar generasi muda terus mendapatkan pendampingan dan pengawasan sehingga tidak mudah terpengaruh atau tergoda untuk mencoba narkoba.
“Kita berharap dengan situasi dan kondisi ini, para siswa kita harus kita kawal terus. Jangan sampai mereka terlena dan juga tergoda untuk mencoba-coba menggunakan narkoba,” ujarnya.
Menurut Leonard, penyalahgunaan narkoba kerap bermula dari rasa ingin tahu dan keinginan untuk mencoba. Karena itu, benteng pencegahan harus dibangun sejak dini dan melibatkan seluruh lingkungan tempat anak tumbuh dan bergaul.
“Ini dimulai dari mencoba. Kita harapkan ini semua kita bentengi. Semua lapisan masyarakat, bukan hanya di sekolah, tapi juga di lingkungan,” katanya.
Ia menekankan bahwa keluarga memiliki peran paling penting dalam membentengi generasi muda dari ancaman narkoba. Setelah keluarga, pengawasan dan edukasi juga harus diperkuat di lingkungan sekolah serta pergaulan.
“Terutama khususnya lingkungan keluarga. Ini benteng yang paling utama di keluarga. Setelah itu baru di lingkungan sekolah maupun lingkungan pergaulan,” tuturnya.
Leonard menegaskan, pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak semua komponen bangsa untuk bergerak bersama, tidak hanya dalam penindakan, tetapi juga memperkuat edukasi dan pencegahan agar cita-cita mewujudkan Kalimantan Tengah Bersinar dapat benar-benar terwujud. nws/fwa-red











