
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID — Di tengah meningkatnya intensitas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kabut asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dan para petugas di lapangan terus diperkuat. Bank Rakyat Indonesia (BRI) turut mengambil bagian dengan menyalurkan bantuan tanggap bencana kepada Universitas Palangka Raya (UPR), Kamis (3/9/2026).
Bantuan tersebut diserahkan di Gedung Pusat Pengembangan Iptek dan Inovasi Gambut (PPIIG) UPR oleh Branch Office Head BRI Palangka Raya, Defri Gunawan, kepada Wakil Rektor UPR Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi, Dr. Jhon Retei Alfri Sandi, S.Sos., M.Si. Jhon hadir mewakili Rektor UPR.
Dalam aksi kepedulian tersebut, BRI menyalurkan sebanyak 7.500 buah masker KN95 dan 1.000 pack vitamin. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung perlindungan kesehatan masyarakat, termasuk civitas akademika UPR dan pihak-pihak yang beraktivitas di tengah kondisi kabut asap akibat Karhutla.
Defri Gunawan mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BRI dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Menurutnya, kehadiran BRI tidak hanya berorientasi pada pelayanan perbankan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, khususnya ketika terjadi kondisi darurat.
“Kalau memang dari BRI ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial lingkungan. Jadi ini bagian dari tanggung jawab institusi, bagaimana bisa memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Defri.
Sementara itu, mewakili UPR, Jhon Retei Alfri Sandi menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan BRI. Menurutnya, bantuan berupa masker dan vitamin sangat dibutuhkan untuk membantu menjaga kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang semakin mengkhawatirkan.
Jhon mengatakan, meskipun sejumlah aktivitas pembelajaran di UPR telah dilakukan secara daring, aktivitas kampus tetap berjalan. Tenaga kependidikan maupun dosen masih menjalankan tugas dan fungsinya sehingga perlindungan kesehatan menjadi hal yang penting.
“Karena memang, Universitas Palangka Raya walaupun sudah beberapa kegiatan proses belajar mengajar dilakukan secara daring, tetapi kegiatan-kegiatan tetap berjalan. Proses baik tendik maupun dosen tetap melakukan tugas dan fungsi,” katanya.
Lebih lanjut, Jhon menegaskan bantuan tersebut akan didistribusikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, termasuk masyarakat di Kota Palangka Raya. Ia menilai dukungan sekecil apa pun memiliki arti penting dalam situasi krisis akibat Karhutla dan kabut asap.
“Saya kira tidak ada bantuan yang sia-sia. Jadi kita tetap distribusikan ke siapapun nanti, masyarakat Palangka Raya khususnya, karena memang intensitas kebakarannya cukup tinggi dan cukup mengkhawatirkan juga,” pungkasnya. Rmp











