PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Menjalani masa pembinaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palangka Raya tidak hanya berkaitan dengan menjalani masa pidana. Di balik tembok rutan, warga binaan pemasyarakatan (WBP) juga dibekali keterampilan sebagai persiapan untuk kembali ke tengah masyarakat.
Salah satunya melalui pelatihan pengolahan bahan akrilik menjadi berbagai produk, seperti tulisan, nama, hingga logo. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi WBP untuk mengasah kreativitas, ketelitian, sekaligus mempelajari proses menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual.
Keterampilan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas selama menjalani pembinaan. Dengan kemampuan yang diperoleh, WBP diharapkan mampu mengembangkan keterampilan menjadi peluang usaha maupun sumber penghasilan yang positif setelah kembali ke masyarakat.
“Kami arahkan pembinaan kemandirian agar WBP tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu melihat bahwa keterampilan tersebut memiliki nilai ekonomi. Harapannya, apa yang dipelajari selama di Rutan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha dan sumber penghasilan yang positif ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Kepala Rutan Kelas IIA Palangka Raya Aditya Jatari, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan. Program tidak hanya diarahkan pada peningkatan keterampilan, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan setelah WBP bebas.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Rutan Kelas IIA Palangka Raya berupaya memastikan proses pembinaan memberikan manfaat nyata. Keterampilan yang diperoleh diharapkan menjadi modal bagi WBP untuk hidup lebih produktif, mandiri, dan mampu membangun penghasilan secara positif setelah kembali ke masyarakat. fwa











