PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kabut asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya membuat aktivitas belajar mengajar harus beradaptasi. Ketika siswa tidak lagi berada di ruang kelas, perhatian kini beralih pada satu hal penting, yaitu memastikan proses pendidikan tetap berjalan dari rumah.
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, meminta pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama kondisi kabut asap tidak hanya dipandang sebagai solusi untuk menghindarkan siswa dari paparan udara tidak sehat. Menurutnya, efektivitas pembelajaran juga harus menjadi perhatian serius.
Rana menilai pelaksanaan PJJ perlu dipantau dan dievaluasi secara berkala, terutama menyangkut keaktifan tenaga pendidik maupun peserta didik. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui apakah metode pembelajaran yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Yang perlu kita awasi adalah bagaimana keaktifan tenaga pendidik dan peserta didik selama PJJ. Apakah metode ini benar-benar relevan dengan kondisi kabut asap saat ini, serta apa manfaat dan dampaknya selama proses belajar,” kata Rana, Selasa (29/9).
Ia menegaskan, PJJ tidak semestinya hanya dimaknai sebagai memindahkan kegiatan belajar dari sekolah ke rumah. Guru tetap memiliki tanggung jawab memastikan materi tersampaikan, sementara siswa perlu mendapat pendampingan agar tetap aktif mengikuti pembelajaran.
Karena itu, Rana mendorong Dinas Pendidikan melakukan pemantauan terhadap berbagai kendala yang muncul selama PJJ. Mulai dari aktivitas guru dan siswa, akses terhadap pembelajaran, hingga kemampuan peserta didik menyelesaikan tugas yang diberikan.
Di satu sisi, ia memahami bahwa PJJ menjadi langkah perlindungan ketika kondisi kualitas udara belum memungkinkan kegiatan belajar tatap muka. Namun di sisi lain, hak siswa untuk mendapatkan pembelajaran yang efektif juga tidak boleh terabaikan.
“Jangan sampai kita hanya melihat anak tidak datang ke sekolah, tetapi tidak melihat apakah proses belajarnya benar-benar berjalan di rumah,” tegasnya.
Menurut Rana, evaluasi PJJ sebaiknya dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara, keaktifan guru dan siswa, capaian pembelajaran, serta berbagai dampak yang dirasakan selama kebijakan tersebut berlangsung.
Dengan demikian, kebijakan pembelajaran di tengah kabut asap tidak hanya mampu melindungi kesehatan peserta didik, tetapi juga memastikan proses pendidikan tetap berjalan dan tidak kehilangan tujuan utamanya. nws/fwa-red











