-
DPRD PALANGKA RAYA

Subandi Cek Puskesmas Menteng, Pastikan Pelayanan Tak Terhenti

71
×

Subandi Cek Puskesmas Menteng, Pastikan Pelayanan Tak Terhenti

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGAN-Ketua DPRD Palangka Raya Subandi saat melakukan kunjungan ke Puskesmas Menteng, Jumat (2/10/2026). FOTO DPRD PALANGKA RAYA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pelayanan kesehatan di Puskesmas Menteng tetap berjalan tanpa mengurangi layanan penting bagi masyarakat. Bahkan, fasilitas kesehatan tersebut masih membuka layanan oksigen dan instalasi gawat darurat (IGD) selama 24 jam.

Kondisi tersebut diketahui saat Ketua DPRD Palangka Raya Subandi melakukan pengawasan langsung ke Puskesmas Menteng, Jumat (2/10/2026). Dalam kunjungan itu, ia memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung, termasuk bagi pasien yang membutuhkan penanganan darurat maupun layanan kesehatan sepanjang hari.

“Pelayanan di Puskesmas Menteng tetap berjalan dengan baik. Kami melihat pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap dilakukan, termasuk untuk kondisi darurat dan kebutuhan layanan selama 24 jam,” katanya.

Selain IGD dan layanan oksigen, pelayanan persalinan juga tetap tersedia. Hingga saat ini, tercatat sudah tujuh persalinan yang ditangani di Puskesmas Menteng.

“Untuk pelayanan IGD 24 jam dan pelayanan persalinan juga berjalan. Sampai sekarang sudah ada tujuh orang yang melahirkan di Puskesmas Menteng,” ujarnya.

Meski berada di tengah situasi kabut asap, aktivitas pelayanan kesehatan di puskesmas tersebut tetap berlangsung. Namun, jumlah kunjungan masyarakat mengalami perubahan dibandingkan kondisi normal.

Subandi menyebut, dalam kondisi normal Puskesmas Menteng dapat melayani sekitar 150 pasien dalam sehari. Sementara ketika kabut asap melanda, jumlah kunjungan turun menjadi sekitar 80 pasien.

Menariknya, penurunan juga terlihat pada jumlah pasien yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Berdasarkan data yang diperoleh dalam pengawasan tersebut, jumlah pasien ISPA pada Agustus mencapai 538 orang. Angka itu kemudian turun menjadi 374 pasien pada September.

“Untuk pasien ISPA, dari data yang kami dapat, Agustus sebanyak 538 pasien dan September turun menjadi 374 pasien. Ini menjadi bagian yang kami lihat dalam pelayanan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Selain memastikan pelayanan umum tetap berjalan, Puskesmas Menteng juga telah melayani peserta BPJS yang membutuhkan kontrol maupun pengobatan rutin. Puskesmas turut melakukan pemisahan pelayanan antara pasien anak dengan pasien dewasa dan lanjut usia sebagai bagian dari pengaturan pelayanan.

Dalam kunjungan tersebut, Subandi juga mencatat sejumlah kebutuhan yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Salah satunya terkait keterbatasan tenaga terapis gigi dan mulut.

Saat ini, Puskesmas Menteng kekurangan dua tenaga pada bidang tersebut. Kondisi itu terjadi setelah satu tenaga memasuki masa pensiun dan satu tenaga lainnya meninggal dunia.

Selain kebutuhan sumber daya manusia, persoalan sarana pendukung juga menjadi perhatian. Puskesmas mengusulkan adanya penimbunan lahan di bagian belakang untuk dimanfaatkan sebagai area parkir. Pasalnya, kapasitas parkir di bagian depan sudah tidak lagi memadai hingga kendaraan bahkan meluber ke badan jalan.

“Kami juga melihat ada kebutuhan tambahan tenaga terapis gigi dan mulut. Kemudian ada usulan penimbunan lahan di bagian belakang untuk parkir karena kondisi parkir di depan sudah penuh sampai ke jalan,” pungkas Subandi. nws/fwa-red

 

-
-
-