PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Keberadaan penerangan jalan umum (PJU) menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat yang masih beraktivitas di luar rumah, terlebih ketika malam hari. Namun, sejumlah ruas jalan di Palangka Raya masih dikeluhkan karena minim penerangan, bahkan terdapat lampu yang tidak berfungsi.
Kondisi tersebut mendapat perhatian anggota Komisi II DPRD Palangka Raya Erlan Audri, hal ini didasari oleh banyaknya keluhan yang pihaknya terima. Maka dari itu ia meminta Pemerintah Kota Palangka Raya tidak hanya menambah titik PJU, tetapi juga memastikan lampu yang sudah terpasang mendapat pemeliharaan secara rutin.
Menurutnya, persoalan penerangan jalan tidak semata menyangkut fasilitas kota. Penerangan yang memadai juga berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan warga, terutama pengendara yang melintas pada malam hari.
“Keluhan terkait PJU ini cukup sering kami terima. Jangan sampai masih ada masyarakat yang melewati jalan umum dalam kondisi gelap gulita karena penerangan belum tersedia atau lampunya tidak berfungsi,” ujarnya, Rabu (30/9/2026).
Ia mendorong perangkat daerah terkait melakukan pendataan secara menyeluruh untuk mengetahui ruas-ruas jalan yang masih membutuhkan penerangan. Pemetaan tersebut dinilai penting agar pemasangan PJU tidak hanya terkonsentrasi di pusat kota, tetapi turut menjangkau kawasan permukiman dan jalur yang menjadi akses utama aktivitas warga.
Erlan menilai persoalan PJU harus ditangani dari dua sisi, yakni penambahan fasilitas dan pemeliharaan. Lampu yang rusak atau mati, menurut dia, perlu segera ditindaklanjuti agar keberadaan PJU benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sebab, jalan yang minim penerangan dapat mengurangi jarak pandang pengendara. Kondisi tersebut juga berpotensi membuat pengguna jalan merasa kurang nyaman ketika harus melintas pada malam hari.
“Jalan yang minim penerangan dapat membuat jarak pandang pengendara berkurang dan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan. Kondisi tersebut juga dapat membuat masyarakat merasa tidak nyaman ketika harus melintas pada malam hari,” sebutnya.
Karena itu, laporan warga mengenai jalan yang gelap maupun lampu PJU yang mengalami kerusakan diharapkan tidak berhenti sebagai keluhan. Informasi tersebut dapat menjadi bahan bagi Pemko untuk menentukan titik yang perlu mendapat perhatian lebih dahulu.
Erlan berharap, melalui pendataan dan pemetaan yang lebih baik, kebutuhan PJU di Palangka Raya dapat dipenuhi secara bertahap dan merata.
“Harapan kita tidak ada lagi jalan yang gelap dan masyarakat merasa khawatir saat melintas malam hari. PJU harus benar-benar hadir sebagai fasilitas untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga,” pungkasnya. nws/fwa-red











