-
DPRD PALANGKA RAYA

Karhutla dan Kabut Asap, Petani Palangka Raya Banyak Gagal Panen

77
×

Karhutla dan Kabut Asap, Petani Palangka Raya Banyak Gagal Panen

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi I DPRD Palangka Raya Hatir Sata Tarigan
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kabut asap yang masih menyelimuti Kota Palangka Raya tak hanya mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat. Dampaknya mulai merembet ke sektor pertanian. Minimnya paparan sinar matahari disebut membuat tanaman sayuran tidak tumbuh optimal, bahkan sejumlah petani di sekitar Palangka Raya mengalami gagal panen.

Kondisi tersebut menjadi perhatian anggota Komisi I DPRD Palangka Raya Hatir Sata Tarigan. Ia mengatakan, dampak kabut asap yang berkepanjangan mulai dirasakan langsung oleh petani yang menggantungkan penghasilan dari tanaman hortikultura.

“Petani sekarang di sekitar Kota Palangka Raya gagal semua yang nanam sayur. Karena tidak ada penyinaran matahari,” katanya, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, berkurangnya hasil pertanian tidak hanya menjadi persoalan bagi petani. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pasokan komoditas di pasar. Ketika produksi menurun, harga sejumlah bahan pangan pun ikut terdorong naik.

Hatir menyebut kenaikan harga mulai dirasakan masyarakat, terutama pada komoditas cabai dan berbagai jenis sayuran.

“Sekarang pun kita sudah merasakan bagaimana kenaikan harga cabai di pasar, sayur-sayuran naik semua sekarang ini,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut merupakan salah satu dampak lanjutan dari kabut asap yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Sebab, persoalan yang awalnya terjadi di lahan pertanian dapat berkembang menjadi persoalan ekonomi ketika hasil panen berkurang dan harga pangan meningkat.

“Ini adalah salah satu dampak itu. Artinya kalau pun nanti datang bantuan pemerintah, ini masih berguna,” katanya.

Hatir berharap pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan kabut asap dari sisi pemadaman kebakaran dan kesehatan masyarakat. Dampak ekonomi yang dirasakan kelompok petani juga perlu menjadi bagian dari penanganan, terutama bagi mereka yang mengalami kerugian akibat gagal panen.

Menurutnya, perhatian dan dukungan kepada petani dibutuhkan agar masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian tidak semakin terbebani akibat kondisi lingkungan yang berkepanjangan.

Di sisi lain, menjaga keberlangsungan produksi pangan juga penting untuk mencegah tekanan lebih besar terhadap harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat. Dengan demikian, penanganan dampak kabut asap diharapkan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh, termasuk menyentuh sektor pertanian dan penghidupan masyarakat. nws/fwa-red

 

-
-
-