PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Merantau untuk menempuh pendidikan di Palangka Raya tidak hanya menjadi kesempatan mengejar gelar akademik. Mahasiswa asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) juga didorong tetap membawa kepedulian terhadap daerah asalnya.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Malam Keakraban (Makrab) Ikatan Pelajar Mahasiswa Kotawaringin Timur (IPMK) Palangka Raya yang berlangsung di Anjungan Betang Kotim, Sabtu (3/10/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 3-4 Oktober 2026, itu menjadi ajang penyambutan sekaligus pengenalan lingkungan organisasi bagi mahasiswa baru asal Kotim yang melanjutkan pendidikan di Palangka Raya.
Ketua Umum IPMK Palangka Raya Muhammad Sya’ban mengatakan, keberadaan organisasi mahasiswa daerah diharapkan menjadi wadah untuk membangun hubungan kekeluargaan selama berada di tanah rantau.
“Selamat datang di lingkungan baru. Dan yang paling penting, selamat datang di keluarga besar IPMK Palangka Raya,” kata Sya’ban.
Sya’ban berujar, mahasiswa Kotim di Palangka Raya tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri. Ikatan sesama putra-putri daerah perlu dijadikan kekuatan untuk saling mendukung, baik dalam urusan perkuliahan maupun kehidupan sehari-hari.
“Kita semua datang dari daerah yang sama, Kotim. Karena itu, jangan sampai ketika berada di Palangka Raya kita berjalan sendiri-sendiri. Kita harus saling mengenal, saling membantu, dan saling menguatkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sya’ban mengingatkan mahasiswa agar tidak kehilangan perhatian terhadap perkembangan daerah asal. Status sebagai mahasiswa semestinya diikuti dengan kepekaan terhadap berbagai persoalan isu yang berkembang di Kotim.
“Kita harus punya kepedulian terhadap Kotawaringin Timur. Kita harus tahu apa yang sedang terjadi dan bagaimana peran mahasiswa untuk bisa mengambil bagian,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah Hendri Hanafi turut hadir untuk membuka gelaran acara. Dalam kesempatan itu, Hendri menila mahasiswa dan Kabupaten Kotim sama-sama memiliki potensi besar sekaligus sumber daya manusia yang mampu bersaing.
“Kotim terus melahirkan orang-orang hebat, tangguh, dan luar biasa,” kata Hendri saat mengisi acara.
Dalam kesempatan tersebut, Hendri turut mengisahkan pengalamannya mengenal salah satu mantan atasannya yang pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi dan berasal dari Kota Sampit, Kabupaten Kotim.
“Saya belajar dari salah satu atasan saya yang beberapa waktu lalu menjadi Kajati, Pak Agus Sahat. Beliau adalah orang Sampit,” ujarnya.
Hendri menyebut potensi Kotim tidak hanya terletak pada sumber daya manusianya. Daerah tersebut juga memiliki kekayaan sumber daya alam yang memiliki potensi, termasuk salah satunya di sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.
Menurutnya, potensi tersebut tentunya akan membutuhkan generasi muda yang memiliki kapasitas dan kepemimpinan agar dapat memberikan manfaat lebih besar bagi untuk masyarakat.
“Adik-adik semua harus menjadi motor penggerak, orang-orang yang mampu menjadi pemimpin-pemimpin terbaik dan memanfaatkan kekayaan Kotim untuk kemajuan dan kesejahteraan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa baru untuk serius menjalani kesempatan pendidikan yang telah diperoleh. Masa kuliah dinilai sebagai fase penting untuk membangun kemampuan sebelum terjun ke tengah-tengah masyarakat.
“Kalau kesempatan yang Tuhan berikan ini tidak mampu dimanfaatkan dan tidak mau mempersiapkan diri, maka siap-siap menjadi penonton di negeri sendiri,” pungkas Hendri.
Makrab IPMK Palangka Raya tersebut turut dihadiri Ketua KPID Kalteng Sesa Mareki, alumni IPMK Palangka Raya Mulia Gumi, pengurus IPMK Palangka Raya periode 2025-2026, serta mahasiswa baru asal Kotim.
Sejumlah agenda disiapkan dalam kegiatan tersebut. Peserta mendapat materi sharing mengenai kehidupan perkuliahan, pengenalan daerah Kotim, hingga sejarah berdirinya dan perjalanan IPMK Palangka Raya.
Tidak hanya diisi kegiatan diskusi, para mahasiswa baru juga menginap di Anjungan Betang Kotim. Panitia turut menyiapkan permainan dan hadiah untuk mencairkan suasana sekaligus memperkuat interaksi antar peserta. Kegiatan itu juga diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni penyambutan mahasiswa baru saja, tetapi menjadi awal terbentuknya jaringan kekeluargaan mahasiswa Kotim di Palangka Raya. mak/fwa-red











