-
Spirit Kalteng

Target PAD Rp750 Juta, Satu Videotron Pemko Malah Rusak

863
×

Target PAD Rp750 Juta, Satu Videotron Pemko Malah Rusak

Sebarkan artikel ini
Kepala Diskominfo Kota Palangka Raya Dody Irawan. FOTO ISTIMEWA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp750 juta pada 2026 menjadi tantangan bagi Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya. Pasalnya, target pendapatan dari sektor videotron dan baliho tersebut belum sepenuhnya ditopang sarana dan prasarana yang memadai. Bahkan, videotron milik pemerintah kota yang berada di kawasan Taman Pasuk Kameloh dilaporkan dalam kondisi rusak.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Diskominfo dalam mengevaluasi potensi pendapatan dari pemanfaatan aset daerah. Upaya mengejar target PAD dinilai perlu dibarengi dengan pembenahan fasilitas serta strategi pengelolaan yang tepat agar pendapatan yang diharapkan dapat terealisasi.

Kepala Diskominfo Kota Palangka Raya Dody Irawan mengatakan, target PAD instansinya pada 2026 mencapai sekitar Rp750 juta. Pendapatan tersebut direncanakan bersumber dari dua sektor, yakni pengelolaan videotron dan baliho.

“Kalau tidak salah kurang lebih sampai Rp750 juta untuk tahun 2026. Ada dua sektor, pertama dari videotron dan baliho,” kata Dody, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, besarnya target tersebut perlu dikaji kembali dengan melihat kondisi fasilitas yang tersedia saat ini. Sebab, sarana yang menjadi sumber pendapatan belum sepenuhnya berada dalam kondisi optimal.

Salah satu kendala yang ditemukan adalah videotron di kawasan Taman Pasuk Kameloh yang mengalami kerusakan. Padahal, fasilitas tersebut merupakan salah satu aset yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

“Memang angkanya cukup besar, sedangkan videotron yang kita kelola untuk Pemerintah Kota cuma salah satu di Taman Pasuk Kameloh. Dan kondisinya pun juga rusak,” ujarnya.

Selain persoalan kerusakan fasilitas, lokasi pemasangan videotron juga menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan pendapatan. Menurut Dody, nilai komersial setiap kawasan berbeda-beda sehingga penentuan lokasi harus mempertimbangkan potensi pasar dan minat pihak ketiga untuk memasang iklan.

Kawasan yang strategis dan memiliki nilai komersial tinggi dinilai lebih berpeluang menarik pengiklan. Sebaliknya, lokasi yang kurang diminati berpotensi membuat pemanfaatan fasilitas promosi tersebut tidak maksimal.

“Kita perlu strategi. Karena penempatan videotron itu kan harus ada yang namanya kawasan yang lebih premium. Ada kawasan yang memang tidak diminati oleh pihak-pihak ketiga,” jelasnya.

Untuk itu, Diskominfo saat ini melakukan pemetaan terhadap aset-aset yang berpotensi menghasilkan PAD. Langkah tersebut mencakup evaluasi kondisi fasilitas, identifikasi peluang pendapatan, hingga penentuan kebutuhan teknis yang harus dipenuhi agar pengelolaan aset dapat berjalan lebih efektif.

Hasil evaluasi itu nantinya menjadi bahan pertimbangan untuk menyusun strategi pemenuhan target PAD pada tahun berikutnya. Diskominfo juga perlu menentukan prioritas pembenahan agar fasilitas yang tersedia benar-benar mampu memberikan nilai tambah bagi daerah.

Dody mengakui, dirinya baru mulai menjalankan tugas sebagai Kepala Diskominfo Kota Palangka Raya pada September 2026. Karena itu, pemetaan dan evaluasi masih dilakukan untuk mengetahui berbagai kendala sekaligus merumuskan langkah perbaikan ke depan.

“Ini sedang tahap evaluasi supaya tahun depan apa yang perlu kita siapkan untuk memenuhi target tadi,” katanya.

Ia menegaskan, keterbatasan sarana dan prasarana menjadi hal yang perlu diperhitungkan dalam upaya mencapai target pendapatan. Dengan demikian, perencanaan ke depan diharapkan dapat lebih sesuai dengan kondisi aset serta potensi riil yang dimiliki pemerintah kota.

“Karena itu tadi, kondisi sarprasnya sendiri sangat minim, tapi targetnya lumayan,” pungkasnya.

Besarnya target PAD tersebut kini menjadi pekerjaan rumah bagi Diskominfo. Pembenahan fasilitas, pemilihan lokasi strategis, serta strategi menarik minat pengiklan menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar potensi videotron dan baliho dapat memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah. nws/fwa-red

 

-
-
-