KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID – Wakil Bupati Kapuas Dodo, menerima kunjungan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) perwakilan Kalteng, Agustin Teras Narang, di Posko Induk Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Satuan Tugas BPBD Kapuas, Pangeran S Pandiangan, serta sejumlah kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) terkait. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dengan pembahasan yang berfokus pada persiapan dan strategi penanganan Karhutla, khususnya dalam menghadapi musim kemarau.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penyediaan sarana pendukung pemadaman, termasuk pembangunan sumur bor sebagai sumber air untuk mengantisipasi kebakaran di wilayah rawan Karhutla.
Dalam pertemuan itu, Teras Narang menyampaikan rencana untuk mengusulkan pembangunan sedikitnya 347 unit sumur bor guna mendukung upaya pemadaman kebakaran di wilayah Kalteng, termasuk daerah dengan tingkat kerawanan karhutla yang tinggi.
Menurut Teras Narang, keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada jumlah sumur bor yang dibangun. Pemetaan wilayah rawan kebakaran, penentuan lokasi pembangunan, serta perencanaan sumber air harus menjadi perhatian utama agar fasilitas yang tersedia benar-benar memberikan manfaat saat dibutuhkan.
“Jumlah bukanlah satu-satunya faktor pendukung. Perencanaan harus dilakukan dengan baik, termasuk menentukan titik lokasi dan sumber air agar pemanfaatan sumur bor dapat mendukung penanganan Karhutla secara maksimal,” ujar Teras Narang.
Ia berharap usulan pembangunan sumur bor tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Dengan perencanaan yang matang, sarana pendukung yang dibangun diharapkan mampu menjangkau wilayah rawan serta mempermudah petugas dalam melakukan pemadaman.
Sementara itu, Wakil Bupati Kapuas Dodo, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan masukan Teras Narang terkait upaya pencegahan serta penanganan karhutla di Kabupaten Kapuas.
Menurut Dodo, pembangunan sumur bor perlu didasarkan pada kajian dan perencanaan yang terperinci. Hal tersebut penting agar setiap lokasi pembangunan sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan dapat difungsikan secara optimal ketika terjadi kebakaran.
Dodo juga meminta BPBD Kapuas, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Manggala Agni, TNI-Polri, serta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan Karhutla untuk terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan.
Sinergi antarlembaga dinilai penting, terutama dalam memantau wilayah rawan, mendeteksi potensi kebakaran sejak dini, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Selain kesiapan sarana dan prasarana, langkah pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat juga perlu terus dilakukan. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama ketika cuaca kering dan potensi penyebaran api meningkat.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat perencanaan dan kerja sama dalam menghadapi potensi Karhutla. Dengan dukungan sarana yang memadai, pemetaan yang tepat, serta koordinasi lintas sektor, upaya pencegahan dan penanganan kebakaran di Kabupaten Kapuas diharapkan dapat berjalan lebih efektif. hr/gie-red











