-
Spirit Kalteng

RESES DI TENGAH KABUT ASAP-Andina Narang Salurkan Bantuan ke Damkar, BEM UPR,  Warga Jl. Yogyakarta dan PMI P.Raya

114
×

RESES DI TENGAH KABUT ASAP-Andina Narang Salurkan Bantuan ke Damkar, BEM UPR,  Warga Jl. Yogyakarta dan PMI P.Raya

Sebarkan artikel ini
FOTO TABENGAN/YULIANUS BANTUAN- Anggota DPR RI Dapil Kalteng Andina Thresia Narang menyerahkan bantuan ke Barisan Pemadam Kebakaran Warga Kampung Baru, Palangka Raya, Kamis (22/10/2026).
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Di tengah kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), kepedulian terhadap kesehatan masyarakat menjadi perhatian serius. Dalam kunjungan resenya kali ini, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng, Andina Thresia Narang, sekaligus dimanfaatkan dengan turun langsung memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta mengunjungi sejumlah rumah aman asap di Kota Palangka Raya.

Dalam kunjungannya, Andina menyambangi Rumah Sehat Bebas Asap (RSBA) KSR PMI Kota Palangka Raya, Rumah Aman Asap Mahanaim UPR, serta Rumah Oksigen BEM UPR.

Kunjungan tersebut tidak sekadar untuk melihat kondisi tempat perlindungan masyarakat dari paparan kabut asap. Andina juga membawa bantuan berupa susu, masker, multivitamin, dan vitamin untuk mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus para relawan yang setiap hari berada di lapangan.

Di RSBA KSR PMI Kota Palangka Raya, bantuan yang disalurkan antara lain tiga kotak susu, dua boks masker dewasa, dua boks multivitamin, dan satu boks Vitacimin.

Sementara di Rumah Oksigen BEM UPR, Andina menyerahkan dua kotak susu, dua boks masker dewasa, dua boks masker anak, satu boks multivitamin, dan satu boks Vitacimin.

FOTO TABENGAN/YULIANUS
BANTUAN- Anggota DPR RI Dapil Kalteng Andina Thresia Narang mengunjungi sekaligus menyerahkan bantuan ke Rumah Aman Asap di BEM UPR, Palangka Raya, Kamis (22/10/2026).

Andina mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi kepada para relawan yang tetap bergerak membantu masyarakat meski kondisi kabut asap juga berdampak terhadap aktivitas dan kesehatan mereka.

“Pertama-tama saya mengucapkan apresiasi untuk semua relawan yang membantu masyarakat di saat kabut asap ini,” ujar Andina, Kamis (22/10/2026).

Menurutnya, kondisi Kalteng saat ini membutuhkan kerja bersama. Penanganan dampak karhutla dan kabut asap, kata dia, tidak dapat hanya dibebankan kepada satu pihak, melainkan membutuhkan sinergi antara masyarakat, pemerintah, relawan, dan berbagai elemen lainnya.

“Kalimantan sedang tidak baik-baik saja. Mereka juga mempunyai aktivitas, tetapi mereka juga melakukan kegiatan kemanusiaan dengan bisa bekerja dan juga melakukan misi kemanusiaan untuk menjadi relawan,” katanya.

Ia pun mengapresiasi kerja para relawan yang secara sukarela menyediakan ruang aman bagi masyarakat di tengah kondisi udara yang tidak sehat.

“Saya mengapresiasi sebesar-besarnya. Ini adalah kerja sinergi kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan saat ini saya hadir untuk mendukung, mensupport teman-teman relawan kita,” ucapnya.

Andina menegaskan, bantuan yang diberikan bukan semata-mata karena dirinya merupakan anggota DPR RI, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sebagai sesama manusia yang merasakan dampak kabut asap.

“Ini adalah bentuk kepedulian bukan hanya sebagai anggota DPR RI, tetapi sebagai manusia yang merasakan dampak dari asap ini,” tuturnya.

FOTO TABENGAN/YULIANUS
BANTUAN- Anggota DPR RI Dapil Kalteng Andina Thresia Narang menyerahkan bantuan kepada warga di Jl. Yogyakarta, Palangka Raya, Kamis (22/10/2026).

Menurut Andina, paparan asap akibat karhutla tidak boleh dianggap sebagai kondisi yang biasa. Penggunaan masker, terutama ketika kualitas udara memburuk, harus terus disosialisasikan kepada masyarakat.

“Ini sangat berbahaya untuk masyarakat. Jadi ini adalah bentuk kepedulian kami untuk membantu masyarakat di Kalimantan dengan membagikan masker,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menormalisasi kondisi kabut asap dengan mengabaikan perlindungan diri.

“Dalam kondisi ini kita tidak bisa menormalisasi untuk tidak memakai masker, tapi kita harus mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat bahwa harus pakai masker,” tegas Andina.

Ia menyebut dampak buruk paparan asap tidak selalu langsung dirasakan. Karena itu, kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan sejak dini.

Tak hanya masyarakat, menurut Andina, kesehatan para relawan yang setiap hari membantu penanganan dampak kabut asap juga harus mendapat perhatian.

“Karena itu yang saya berikan kepada relawan dan juga rumah aman asap yang bisa dibantu, kita memberikan susu beruang, kita memberikan multivitamin, kita juga memberikan masker yang bukan hanya untuk masyarakat. Para relawan juga harus dipikirkan keselamatan dan juga kesehatan mereka,” jelasnya.

Kehadiran Andina dan bantuan yang diberikan mendapat apresiasi dari para relawan di RSBA KSR PMI Kota Palangka Raya.

Perwakilan relawan, Lintang, mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi relawan maupun masyarakat yang membutuhkan perlindungan dari paparan kabut asap.

“Kami pasti mengucapkan terima kasih banyak karena sudah peduli setidaknya untuk para relawan dan juga masyarakat,” kata Lintang.

Menurutnya, dalam kondisi seperti sekarang, bantuan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan. Relawan pun akan berupaya menjadi perpanjangan tangan untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat, baik yang datang langsung ke rumah aman asap maupun warga yang ditemui di lapangan.

FOTO TABENGAN/YULIANUS
BANTUAN- Anggota DPR RI Dapil Kalteng Andina Thresia Narang menyerahkan bantuan ke Rumah Sehat Bebas Asap di PMI Kota Palangka Raya, Kamis (22/10/2026).

“Kami sangat berterima kasih banyak karena ibu sudah memberikan bantuan yang sangat-sangat berarti buat kami sebagai relawan ataupun masyarakat,” ujarnya.

“Nanti insyaallah para relawan juga akan menjadi perpanjangan tangan dari ibu menyebarkan bantuan-bantuan ini ke masyarakat, entah yang datang ke sini ataupun di lapangan langsung,” sambungnya.

Lintang juga mengungkapkan bahwa komunikasi awal dengan Andina dilakukan melalui pesan langsung atau direct message (DM) di Instagram. Ia mengaku terkejut karena respons yang diberikan berlangsung cepat.

“Aku sendiri kaget. Karena secepat itu tiba-tiba dikasih tahu kalau ada bantuan dari Ibu Andina,” ungkapnya.

Ia menilai respons cepat tersebut menjadi hal penting bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam situasi darurat seperti kabut asap.

“Kami sangat-sangat bersyukur karena kita masih punya sosok yang bisa kami andalkan, khususnya masyarakat. Ketika masyarakat mengadu bahwa kami butuh ini, kami butuh itu, ibu bisa merespons secara cepat seperti itu,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet BEM UPR sekaligus Ketua Pelaksana Rumah Oksigen BEM UPR, Martin Ariai, mengatakan bantuan yang diberikan Andina sangat membantu operasional rumah oksigen yang telah berjalan sekitar dua pekan.

“Yang pastinya itu benar-benar membantu kami, karena per hari ini kami juga sangat-sangat membutuhkan bantuan dari berbagai pihak,” ujar Martin.

Ia berharap kepedulian serupa juga datang dari berbagai pihak lainnya. Sebab, menurut dia, penanganan dampak kabut asap tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga maupun satu orang saja.

“Harapannya pihak lain pun juga ikut membantu. Karena hari ini karhutla tidak bisa ditanggung oleh satu lembaga ataupun perorangan, tapi harus saling membantu,” katanya.

Kehadiran rumah aman asap dan rumah oksigen menjadi salah satu bentuk kepedulian masyarakat dalam menghadapi kondisi kabut asap di Palangka Raya. Namun, keberadaan fasilitas tersebut tetap membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak agar dapat terus melayani masyarakat dan relawan.

Di tengah situasi karhutla yang masih menjadi perhatian, kunjungan Andina menjadi pengingat bahwa penanganan dampak kabut asap tidak hanya membutuhkan langkah pemerintah, tetapi juga kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Bagi para relawan, dukungan sekecil apa pun menjadi berarti. Sementara bagi masyarakat, keberadaan rumah aman asap menjadi ruang perlindungan ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap. nws/fwa-red

 

-
-
-