-
Hukrim

Kapal Pengangkut BKO dan Logistik Karhutla Polres Sukamara ke TNTP Karam

63
×

Kapal Pengangkut BKO dan Logistik Karhutla Polres Sukamara ke TNTP Karam

Sebarkan artikel ini
MUSIBAH-Proses evakuasi kapal karam yang mengangkut logistik karhutla dan personel BKO dari Polres Sukamara menuju TNTP. FOTO ISTIMEWA
-

SUKAMARA/TABENGAN.CO.ID – Misi kemanusiaan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) diwarnai insiden maritim. Kapal Wisata “Semesta” yang mengangkut rombongan Bawah Kendali Operasi (BKO) Polres Sukamara karam di perairan Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu (31/10/2026) siang.

Rombongan BKO tersebut sedianya diterjunkan untuk merotasi tim BKO gelombang pertama yang telah berjibaku memadamkan api di kawasan konservasi TNTP. Sebelum musibah, personel bertolak dari Mako Polres Sukamara pukul 06.30 WIB melalui jalur darat, transit di Pelabuhan Kumai, untuk kemudian melanjutkan pelayaran menuju lokasi karhutla.

Kapolres Sukamara melalui Kasubsi PIDM Sihumas Polres Sukamara IPDA Evri Ertanto menerangkan, tragedi bermula saat kapal yang sarat muatan logistik itu mendekati perairan seberang bibir pantai ke arah muara Sungai Sekonyer sekitar pukul 13.45 WIB.

“Saat itu kondisi cuaca mendadak memburuk. Angin bertiup kencang memicu hantaman gelombang tinggi, membuat badan kapal wisata kehilangan keseimbangan. Limbung akibat tumpukan muatan dan kerasnya hempasan alam, kapal akhirnya terbalik hingga dengan cepat karam,” terang Evri.

Kapal Wisata “Semesta” tercatat membawa 20 orang penumpang. Rinciannya, 14 personel Bintara dan 1 Perwira Pengendali (Padal) BKO dari Polres Sukamara, didampingi 3 Perwira dari Polres Kotawaringin Barat, serta 2 orang awak kapal yang bertugas sebagai motoris dan kru.

“Pasukan BKO asal Sukamara ini sejatinya diterjunkan untuk merotasi sekaligus meneruskan perjuangan tim BKO gelombang pertama yang berjumlah 27 personel dan 1 Padal yang telah lebih dahulu berjibaku menaklukkan titik-titik api di kawasan pelestarian alam tersebut,” imbuhnya.

Pasca-kapal terbalik, puluhan personel bersama kru sempat terombang-ambing di tengah perairan sembari berupaya saling menyelamatkan diri agar tetap mengapung.

Beruntung, panggilan darurat yang sempat dipancarkan sesaat sebelum kapal tenggelam direspons cepat. Tim evakuasi terpadu yang digawangi Satpolair Polres Kotawaringin Barat, aparat TNI AL, Kapal Kumai Sentosa, serta unsur masyarakat pesisir segera tiba di lokasi.

Berkat kesigapan tim penyelamat dan ketenangan penumpang dalam menghadapi situasi krisis, seluruh personel dan kru berhasil dievakuasi ke daratan dalam kondisi selamat tanpa korban jiwa.

Meski tidak ada korban jiwa, musibah tersebut menelan seluruh logistik operasional. Pasokan sembako, perlengkapan pemadaman api, hingga barang-barang pribadi milik personel seperti pakaian dinas, tas ransel, dan telepon seluler tidak sempat diselamatkan dan tenggelam bersama kapal.

Sebagai tindak lanjut, seluruh korban didaratkan di Dermaga Marnit Pelabuhan Kumai. Pimpinan menginstruksikan penarikan mundur personel BKO yang selamat mengingat logistik habis dan mempertimbangkan kondisi psikis korban yang mengalami kelelahan dan trauma.afd/jsi-red

 

-
-
-