-
Ekobis

OJK Siap Partisipasi Kembangkan BUMDES dan Koperasi

39
×

OJK Siap Partisipasi Kembangkan BUMDES dan Koperasi

Sebarkan artikel ini
Kepala OJK Kalimantan Tengah (Kalteng) Otto Fitriandy
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah (Kalteng), siap berpartisipasi dalam pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Disebutkan Kepala OJK Kalteng, Otto Fitriandy bahwa bersama Bank Kalteng dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa akan kembangkan Program “1 Desa 1 BUMDES 1 Agen Laku Pandai.” Hal tersebut Dikatakan Otto belum lama ini, saat dibincangi Tabengan, Senin (6/6/2022).
“Nanti BUMDES-nya jadi agen laku pandai, BUMDES-nya punya badan usaha baik Koperasi Simpan Pinjam atau Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Nanti Bank Kalteng sebagai Bank Pembangunan Daerah akan masuk memberikan akses permodalan kepada BUMDES tadi,” beber Otto.
Otto juga menjelaskan, bagaimana peran koperasi dalam kontribusi pertumbuhan ekonomi desa, sama dengan lembaga keuangan lainnya, hanya pengawasannya ada di departemen koperasi.
Menurut Otto, peran koperasi dapat menjadi pendorong ekonomi daerah dengan memberdayakan BUMDES.
“BUMDES itu kan badan usahanya bisa koperasi simpan pinjam. Nanti kalau BUMDES itu sudah dikelola cara yang lebih baik, dengan badan usaha koperasi. Akses pembiayaan, permodalan kepada BUMDES dari Industri Jasa Keuangan jadi lebih luas terbuka. Misalnya, dengan adanya channeling kepada koperasi simpan pinjam yang dimiliki oleh BUMDES,” imbuhnya.
Otto juga menerangkan bahkan sudah ada  BUMDES di Kalteng yang berada di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi lembaga keuangan mikro “Hatang Tiring Mangarang Utus” yang mana memiliki asetnya Rp50 juta, tetapi dalam waktu kurang dari 5 tahun bisa menjadi Rp4 miliar, dan sudah dapat memberi kontribusi terhadap PAD desanya.
“Desa Luwuk Bunter kalau tidak salah. Sekarang mereka sudah ekspan di wilayah desa-desa sekitar Luwuk Bunter, untuk ikut menempatkan dananya di LKM tadi dan bisa memberikan kontribusi SHU yang tentunya tambahan PAD buat desa. Sangat luar biasa,” imbuhnya.
Otto juga berharap keberhasilan BUMDES di Kotawaringin Timur menjadi contoh oleh BUMDES-BUMDES lainnya dengan menjalankan bisnis koperasi, baik nanti, misalnya menjadi Lembaga Keuangan Mikro, atau menjadi badan usaha lainnya yang sekiranya bisa menyerap potensi yang ada di desa.
Dalam beberapa contoh juga, Menurut Otto, BUMDES itu dalam kaitannya untuk menyerap hasil ekonomi di wilayahnya yang menjadi benteng agar kestabilan harga produk usaha di wilayah desa tadi terjaga dengan baik. Kalau ada hasil panen, BUMDES yang menyerap. Dibandingkan kalau diambil tengkulak atau segala macam harganya jadi jauh lebih rendah.
“Itu pun juga kalau nanti ternyata, kebutuhan akan misalnya produk tertentu itu bisa nanti pupuk atau pengadaan lainnya melalui BUMDES bisa jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat desa tersebut,” tukasnya. dsn

-
-
-