Spirit Kalteng

Tunjangan TU SMA Tidak Dibayar Dibantah

33
×

Tunjangan TU SMA Tidak Dibayar Dibantah

Sebarkan artikel ini
Tunjangan TU SMA Tidak Dibayar Dibantah
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng H A Syaifudi

Kadisdik Kalteng: Yang Disampaikan Guru itu Benar. Tapi Seolah-olah Tidak Dibayarkan dan Itu Tidak Benar

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Adanya tudingan belum dibayarkannya tunjangan daerah gaji pegawai Tata Usaha (TU) SMA di DAS Barito, mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng Syaifudi. Dia membantah apabila tunjangan itu seolah-olah tidak dibayarkan.

“Memang apa yang disampaikan para guru itu ada benarnya. Tapi disampaikan seolah-olah tidak dibayarkan dan itu tidak benar,” ujarnya kepada Tabengan ketika dikonfirmasi di Disdik Kalteng, Jumat (21/10).

Menurut Syaifudi, memang dalam lingkup pihaknya ada yang namanya Pegawai Tidak Tetap (PTT) di sekolah. PTT itu sendiri sebenarnya sudah di-SK-kan sejak Januari hingga Desember 2022.

Artinya, ujar dia, apabila namanya ada dan sudah di-SK-kan, jelas gajinya jadi prioritas utama. Dijelaskan, untuk jumlah insentifnya sendiri adalah Rp750 ribu per bulan. Pembayaran insentif itu dibayarkan kepada 1.200 lebih PTT di seluruh Kalteng.

Jumlah itu termasuk dengan para pegawai TU yang ada di DAS Barito (berita sebelumnya tunjangan daerah TU SMA di DAS Barito) terkait. Untuk itu Syaifudi menjelaskan, dari info yang ada seperti pada SMK 1 Buntok, SMK 1 Muara Teweh dan SMA 1 Puruk Cahu yang mana insentif pegawai TU-nya belum dibayarkan selama 6 bulan. Padahal, ujar dia, insentif gaji ini pihaknya bayarkan setiap bulan.

“Cuma memang diterima agak lambat di atas tanggal 10. Bahkan ada yang pertengahan bulan, karena memang prosesnya ini yang sudah kita ketahui bersama,” katanya.

Syaifudi juga menjelaskan, pihaknya sudah mengajukan pembayaran itu secara administrasi pada minggu keempat, dalam setiap bulannya. Intinya, mesti melewati beberapa proses seperti dari kas daerah ke penerbitan SPM dan lainnya, lalu ke bank penyalur serta tahapan penginputan hingga akhirnya penyaluran ke masing-masing rekening PTT sebanyak hampir 1.200 orang tadi.

Bahkan, ujarnya, proses di bank sendiri pun serta melalui tahapan penginputan jelas tidak akan memakan waktu yang cepat. Selain itu penyaluran juga mesti melalui transfer ke rekening masing-masing. Beda halnya apabila itu ditransferkan ke bendahara yang mana bisa dikelola dengan cepat dan hanya satu tujuan saja.

Sementara itu, pihak Disdik Kalteng yang menangani PTT Tito menambahkan, prosesnya memang harus dilalui seperti itu. “Administrasinya dari kas daerah menunggu penerbitan SPM yang mana setelah terbit lalu keluar SP2D dan disampaikan ke bank penyalur,” jelasnya.

Setelah itu dari bank sendiri nantinya akan menginput dan menyerahkan lagi ke bank cabang di masing-masing daerah, yang juga melakukan input terhadap 1.000 lebih PTT di seluruh Kalteng. Prosesnya yang manual itulah, membuat sedikit keterlambatan kadang terjadi. Ditambahkannya, sistem manual yang digunakan itu tentu berbeda apabila sistem yang digunakan membayar PNS setiap bulannya.

“Kami berharap PTT bisa bersabar, karena insentif ini pasti dibayar setiap bulannya, di atas tanggal 10 biasanya,” pungkasnya. drn