Spirit Kalteng

Banjir Kobar Meluas, 24 Sekolah Terendam

25
×

Banjir Kobar Meluas, 24 Sekolah Terendam

Sebarkan artikel ini
Banjir Kobar Meluas, 24 Sekolah Terendam
Banjir Kobar Meluas, 24 Sekolah Terendam
TABENGAN/YULIANTINI
JALAN DITUTUP- Kondisi banjir di Jalan A Yani, Pangkalan Bun, makin parah. Tampak Demi keselamatan pengguna jalan, untuk sementara jalan tersebut ditutup dan dialihkan.

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID– Banjir yang melanda Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) semakin meluas, Jumat (21/10). Bukan hanya menerjang rumah-rumah penduduk di desa dan kecamatan, banjir juga sudah merambah ibu kota kabupaten, Kota Pangkalan Bun.

Tingginya genangan air di Jalan A Yani Pangkalan Bun, memaksa Satuan Lalu Lintas Polres Kobar bersama Dinas Pehubungan Kobar melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup Jalan A Yani. Debit air sudah selutut orang dewasa, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Kobar Ipda Agus Marsudiyanto menuturkan, jalan yang tergenang di Jalan A Yani, tepatnya mulai Simpang L arah Kotawaringin Lama dan arah Kota Pangkalan Bun, tinggi air sudah mencapai lutut orang dewasa.

“Kami dari Satlantas bersama Dishub Kobar melakukan rekayasa lalu lintas. Jadi jalan ke arah Simpang L kita alihkan menuju Jalan Natai Arahan (Terminal).  Dari kota, kita akan laksanakan rekayasa di simpang traffic light Hastarini akan kita alihkan ke Jalan Matnoor,” ungkap Agus.

Sementara itu, Penjabat Bupati Kobar Anang Dirjo terus memantau situasi banjir yang terjadi di beberapa wilayah. Setelah dari Kecamatan Kotawaringin Lama, lanjut memantau ke Kecamatan Arut Utara. Selain meninjau kondisi banjir, Pj Bupati Kobar juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir.

Dengan menggunakan perahu karet, Pj Bupati didampingi Kepala Dinas PUPR Kobar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar Rustam Effendi, Kepala Dinas Sosial Kobar dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Syahruni dan Kapolsek Arut Utara Ipda Agung Sugiarto, memantau kondisi banjir di Kelurahan Pangkut dan Desa Nanga Mua.

Menurut Anang, banjir terus meningkat, berdasarkan pantauan di lokasi  sebagian besar masyarakat yang rumahnya terendam banjir, memilih mengungsi. Akibat banjir, akses jalan menuju desa-desa yang ada di Kecamatan Arut Utara pun terendam, sehingga pendistribusian bantuan masih sulit untuk mencapai desa yang terisolir.

“Di Kecamatan Arut Utara ini ada 10 desa dan 1 kelurahan, yakni Kelurahan Pangkut. Untuk Kelurahan Pangkut sendiri, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai sebanyak 5 RT, kondisi rumahnya sudah terendam banjir dengan kedalaman mencapai 2 meter. Tadi saat memantau pun banyak rumah yang kosong,  Sama halnya dengan Desa Nanga Mua, semua rumah sudah terendam banjir dan masyarakat pun sudah meninggalkan rumah mengungsi ke tempat yang lebih aman,” kata Anang kepada Tabengan, Kamis (21/10).

Anang menambahkan,  banjir bukan saja merendam permukiman tapi juga merendam akses jalan menuju desa. Di Kecamatan Arut Utara ada 8 desa yang masih sulit dijangkau, sementara di Kecamatan Kotawaringin Lama ada 3 desa, Desa Kondang, Rungun dan Lalang .

Bahkan, lanjut Anang, banjir juga merendam fasilitas pendidikan. Sebanyak 24 gedung sekolah terendam banjir, sehingga berdasarkan hasil keputusan, untuk sementara  kegiatan belajar mengajar dilakukan melalui daring.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar telah mengeluarkan surat edaran, bagi sekolah yang terendam banjir, bisa melakukan kegiatan proses belajar mengajar melalui daring, atau bisa menggunakan fasilitas umum lainnya yang masih aman dari terjangan banjir,” ujar Pj Bupati Kobar.

Hingga Jumat, banjir di Kobar melanda 4 kecamatan, yakni Kecamatan Arut Utara, dengan jumlah masyarakat yang terdampak 741 KK atau 2.662 jiwa, Kecamatan Kotawaringin Lama  masyarakat yang terdampak 1.179 KK atau 4.220 jiwa, Arut Selatan 5. 119 KK atau 17.789 jiwa dan Kecamatan Kumai masih terjadi di Desa Sekonyer dengan jumlah warga yang terdampak sebanyak 25 KK dan 75 jiwa.

Total keseluruhan yang terdampak banjir di 4 kecamatan sebanyak 7.064 KK atau 24.746 jiwa.  Untuk itu, Pemkab Kobar mulai menyalurkan bantuan sembako bagi masyarakat yang terdampak banjir untuk mengurangi beban mereka.

“Pemerintah Kobar telah menyiapkan anggaran Rp2,8 miliar untuk penanganan bencana banjir, akan tetapi banyaknya kebutuhan masyarakat terdampak banjir yang harus dipenuhi, sehingga kami melayangkan surat kepada pihak perusahaan maupun perbankan, untuk bersama-sama memberikan bantuan yang dibutuhkan masyarakat terdampak. Bantuan tersebut bisa disalurkan ke Kantor BPBD Kobar, kemudian akan disalurkan kembali,” katanya.

Camat Arut Selatan Ramlan mengatakan, banjir di Arut Selatan menerjang 6 kelurahan dan 6 desa. Saat ini banjir terparah di Kelurahan Baru dan masyarakat mulai diungsikan pada 4 titik, sementara masyarakat yang terdampak banjir di Desa Kumpai Batu Bawah dan Tanjung Trantang juga sudah dievakuasi ke GOR Kumpai Batu Atas.

“Hingga saat ini masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Arut Selatan mencapai 5.119 KK atau 17.789 jiwa, untuk kelurahan Raja masyarakat yang terdampak banjir 236 KK/815 jiwa   Raja Seberang ada 540 KK/1.704 jiwa, Mendawai ada 911 KK/3.185 jiwa,” ujar Ramlan kepada Tabengan, Jumat.

Sementara di Kelurahan Mendawai Seberang ada 328 KK /1.042 jiwa, Sidorejo 50 KK/521 jiwa dan Kelurahan Baru ada 1.684 kk /6014 jiwa. Desa Kumpai Batu Bawah 726 KK/2.158 jiwa,  Tanjung Trantang 385 KK/1.239 jiwa, Sulung 80 KK/294 jiwa, Kenambui 18 KK/244 jiwa, Rangda 25 KK/95 jiwa dan Desa Umpang 107 KK /395.  c-uli