Pelaku: Korban Teman Saya Sendiri, Tempat Makan dan Minum
MUARA TEWEH/TABENGAN.CO.ID – Satreskrim Polres Barito Utara berhasil menangkap pelaku perampokan di di Desa Hajak, pertengahan jalan antara Camp PT AGU Kandau-C, Rabu (7/9) malam lalu. Saat itu pelaku mencegat korban di jalan, lalu mengambil uang senilai Rp30 juta. Pelaku juga melukai korban yang bernama Mukhlisin (40) dengan sebilah pisau. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi berhasil mengungkap pelaku yang tak lain rekan korban sendiri.
Pelaku bernama Romelan alias Bagas (42). Pria itu tidak bisa berkutik saat diciduk polisi di tempat pelariannya di Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (28/10) kemarin. Kapolres Barito Utara AKBP Gede Pasek Mulyadnyana saat menggelar pres rilis, Senin (31/10) sore, mengatakan pelaku diamankan bermula dari pemeriksaan saksi-saksi.
Saksi lain mengaku bahwa sebelum kejadian, pelaku sempat menanyakan apakah korban sudah pulang dan melintas di jalan Kandau-C. “Dari keterangan ini, yang bersangkutan dilakukan pemanggilan tapi tidak pernah datang,” ucap AKBP Gede Pasek Mulyadnyana didampingi Wakapolres Kompol Roni Wijaya dan Kasat Reskrik AKP Wahyu Setia Budiarjo.
Saat dilakukan pemanggilan resmi, pelaku bukannya datang malah kabur dan lari ke kampungnya di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Mendengar hal tersebut, Anggota Buser diberangkatkan ke Ponorogo, yang sebelumnya sudah berkordinasi dengan unit Resmob Ponorogo. “Setelah diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya,” kata Kapolres.
Uang hasil kejahatan tersebut dibelikan sepeda motor roda dua seharga Rp,11 juta jenis Satria F, dan dibelikan kalung senilai Rp3.700.000. Atas perbuatannya, pelaku diancam pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.
Di tempat yang sama, pelaku Romelan alias Bagas saat diwawancarai, mengakuiu perbuatannya. Dia mengaku lantaran karena terlilit hutang, sehingga nekad melakukan kejahatan. “Saya khilaf, padahal itu korban adalah teman saya sendiri yang tempat saya minum dan makan. Karena saya banyak hutang dan tidak bisa bayar, makanya saya hingga nekat mencuri uang teman saya sendiri. Selama ini gaji saya tidak cukup hanya seorang buruh angkut sawit mas,” ucapnya. c-hrt











