Spirit Kalteng

Kepala SatPol PP Kalteng Terinjak Kepala Mahasiswa?

43
×

Kepala SatPol PP Kalteng Terinjak Kepala Mahasiswa?

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA TERINJAK- Tangkapan layar video amatir yang tersebar di media sosial, Kepala SatPol PP Kalteng (lingkaran merah) diduga melakukan tindak kekerasan dengan menginjak kepala seorang mahasiswa saat terjadinya bentrok dalam aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Kalteng, Senin (14/11).  

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Gerakan Rakyat Merdeka (Geram) Jilid III di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) berakhir ricuh, hingga menyebabkan banyaknya korban yang notabene mahasiswa mengalami luka-luka dan sebagian terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Doris Sylvanus Palangka Raya.

Berdasarkan video amatir yang terekam kamera salah satu pengunjuk rasa dan beredar di media sosial, terlihat permasalahan berawal dari saat terjadi selisih pendapat antara aparat keamanan, pegawai setempat dan pengunjuk rasa, kemudian salah satu mahasiswa akhirnya ditarik oleh aparat dan mengalami tindak pemukulan.

Akibatnya, aksi kekerasan antara satuan pengamanan, pegawai Pemprov dan para pengunjuk rasa tidak terelakan. Bahkan terlihat salah satu oknum yang diduga Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kalteng terinjak kepala salah satu pendemo yang telah tersungkur.

“Woi pak, kepala itu pak, jangan diinjak pak itu kepala” teriak salah seorang yang merekam yang dilakukan kepala Satpol PP Prov Kalteng bersetelan hitam.

Dalam video amatir lainnya, Enrico, salah seorang mahasiswa lain yang mengalami kekerasan saat berlangsungnya aksi unjuk rasa, mengutuk keras aksi aparat dan pegawai Pemprov yang justru menyulut insiden bentrok antar pengunjuk rasa.

“Banyak sekali yang menginjak bagian belakang saya ketika bentrok terjadi, bahkan ada menginjak dada, perut hingga kepala saya. Yang melakukannya adalah pegawai Pemprov karena saya melihat dengan mata kepala saya sendiri oknum tersebut menggunakan seragam dinas Pemprov dan saya akan laporkan hal ini ke Kepolisian karena saya tidak melawan sama sekali, yang artinya pihak Pol PP dan Pemda yang menganiaya saya,” tutupnya.

Sampai berita ini diturunkan, Harian Umum Tabengan masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait, khususnya pihak Satpol PP dan belum mendapatkan tanggapan.

Dilansir dilaman Kalteng.co, Kepala Satpol PP Baru I Sangkai mengatakan, dirinya tidak tahu jika itu mahasiswa atau bukan. Yang jelas mereka tergabung dari dalam aliansi Geram yang mau menurunkan bendera.

“Itu yang kita jaga, jangan samapai ada orang yang mau menurunkan lambang negara kita,” kata Baru.

“Saya tidak sengaja menginjak, kalau sengaja lebih keras lagi. kalau sengaja bukan seperti itu, saya menghindar kok. Jadi kalau saya injak lain ceritanya. Saya kan menghindar dari kerumunan,” katanya.

Sementara itu Enrico, mengatakan, massa yang tidak ditemui gubernur Kalteng, berencana melakukan aksi menurunkan bendera menjadi setengah tiang. Ini adalah tanda matinya demokrasi di Kalteng.nvd

Respon (2)

  1. Sekarang harga diri masyarakat dan mahasiswa di injak, sebenar nya klo mereka menyapaikan aspirasinya kan wajar aja ini adalah bentuk keluh kesah suara masyarakat di Kalteng . Klo di Kalteng gk ada suara pasti aja lingkungan Kalteng aman dan sejatera tidak ada masalah, makanya mereka turun karena banyak permasalahan di Kalteng. Pak jangan mikir kan diri nya aja mikir kan rakya ini lo terlantar, yg di mata hanya hanya lah pembangunan tpi ekonomi dll gk di perbaikin malahan di biarkan

  2. Miris sekali. Mereka itu anak-anak kita harapan masa depan Kalimantan Tengah kedepan, mereka ingin didengarkan. Masa mendengarkan kritikan putra-putrinya saja tidak mau. Jadi pemimpin itu harus bijak, jangan arogan. Semoga Kalteng kedepan lebih baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *