-
Hukrim

Selasa Pagi, 2 Mayat di Palangka Raya dan Muara Teweh

69
×

Selasa Pagi, 2 Mayat di Palangka Raya dan Muara Teweh

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/HERTOSI MAYAT – Warga saat menemukan mayat perempuan di Jalan AIS Nasution, Muara Teweh, Selasa (15/11) pagi.
-

MUARA TEWEH/TABENGAN.CO.ID – Fenomena penemuan mayat di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), akhir-akhir ini, cukup menyita perhatian. Ada saja warga yang sudah tak bernyawa, di temukan di dalam rumah sendiri, di tepi jalan hingga di tempat terpencil. Seperti pada Selasa (15/11) pagi, ada dua temuan mayat.

            Pertama di Jalan AIS Nasution, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah, Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut), pagi sekitar pukul 04.30 WIB.  Seorang perempuan tua ditemukan sudah tak bernyawa, tergeletak begitu saja di tepi jalan raya.   Setelah diidentifikasi polisi dan dilihat pihak keluarga, perempuan tua itu adalah Asli (72), warga Jalan Kelapa Sawit RT 23, Kelurahan Melayu.

Kemudian sekitar pukul 05.30 WIB,  seorang pria lanjut usia ditemukan tak bernyawa di emperan warung di Jalan Hiu Putih, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya.  Pria tua itu kerap dipanggil sebagai Babe Uncu (65), warga Jalan Tjilik Riwut Km 12 Palangka Raya. Ia ditemukan tewas sudah meninggal dunia dalam posisi duduk.  Temuan mayat di dua lokasi berbeda itu, kontan saja bikin heboh.

Warga Jalan AIS Nasution, Kelurahan Melayu, Muara Teweh, yang pertama melihat jasad nenek Asli, menyebutkan posisi tubuh almarhum dalam keadaan terbaring, miring menghadap kolong rumah warga. Korban mengenakan daster berwarna hijau, serta berkacamata. Penuturan seorang saksi mata, perempuan itu bukan warga warga sekitar, tetapi mereka sering melihat korban berjalan pagi di sekitar Jalan AIS Nasution.

“Saya  benar-benar terkejut, karena saat saya keluar rumah dan melihat ke samping, ada orang tertidur di jalan. Tetapi saya tidak kenal, sehingga saya memberi tahu warga lain,” ujar ibu Anor, saksi mata, saat diwawancarai wartawan di TKP. Tak berselang lama setelah penemuan jenazah,  seorang perempuan muda datang dan mengaku bahwa dirinya adalah cucunya Asli, mayat yang ditemukan itu. Perempuan muda itu langsung  histeris.

“Cucunya bernama Febry. Dia tinggal bertiga bersama korban dan anak korban, yang tinggal dengan korban di rumah bersama anak korban bernama Fuai di Jalan Kelapa Sawit,” ungkap seorang kerabat korban, Laila.

Laila menceritakan, korban memang selalu ke luar rumah pagi hari. Kegiatannya membuang sampah juga sambil berolahraga, jalan kaki.  “Korban biasanya setiap pagi mampir dan singgah  ke tempat saya. Tapi hari ini memang belum terlihat. Saya juga kaget setelah tahu jika yang meninggal Itak (nenek) Asli,” kata Laila.

Rupanya pada Selasa pagi, saat melihat sang ibu jatuh di jalan,  Fuai pulang ke rumah dan menceritakan kepada Febry.  Karena penasaran makanya sang cucu, Febry, langsung menuju lokasi.  Febry mengatakan, korban jalan pagi ditemani anaknya, Fuai. Kondisi Fuai sendiri mengalami keterbelakangan mental.

Sementara neneknya memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi dan penyakit lain. “Sebulan lalu nenek baru menyelesaikan operasi katarak,” ucap Febry.  Kepala SPKT Polres Barito Utara, Ipda Margono mengatakan, pihaknya menerima laporan ada penemuan mayat sekira pukul 04.30 WIB. “Tak ada ditemukan luka-luka pada tubuh korban. Kami sudah mengabari pihak keluarga. Tim Inafis  akan turun guna melakukan identifikasi penyebab kematin korban,” kata Margono.

Kepala Satreskrim Polres Barito Utara, AKP Wahyu Satiyo Budiarjo mengatakan, berdasarkan laporan awal  tak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh jenazah. “Korban memiliki riwayat sakit dan sudah sepuh,”  kata Wahyu kepada wartawan.  Menurut keterangan keluarga, korban  tinggal di rumah  Jalan Kelapa Sawit II. Korban memiliki 3 orang anak, 1 orang tinggal bersamanya, sedangkan 2  lainnya di Desa Paring Lahung, Kecamatan Montallat, karena sudah memiliki keluarga masing-masing.

“Dalam kesehariannya, korban tidak bekerja dan setiap pagi memang sering jalan kaki untuk melaksanakan olahraga pagi. Termasuk senam pagi di seputaran lingkup rumahnya. Korban termasuk orang yang aktif bersosialisasi dengan masyarakat sekitar,” pungkas   Wahyu.   c-hrt

-
-
-