PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Kondisi ketinggian air yang menggenangi kawasan permukiman masyarakat di daerah aliran sungai (DAS) di Kota Palangka Raya, semakin bertambah. Para korban banjir pun mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman, karena rumah mereka terendam air sehingga sangat sulit beraktivitas.
Di Posko Lapangan (Poslap) BPBD Kota Palangka Raya di Jalan Arut, Kelurahan Palangka, hingga Kamis (17/11) siang, sudah ada 22 jiwa mengungsi, terdiri dari 11 orang dewasa, 3 lansia, 4 anak-anak dan 4 balita. Terpaksa mengungsi karena rumah mereka di sekitar Jalan Anoi sudah terendam air hingga hampir setengah meter.
“Dari Rabu malam, sudah ada 22 pengungsi yang dievakuasi menuju Poslap Jalan Arut. Kemungkinan pengungsi akan bertambah karena permintaan evakuasi dari mereka yang tinggal di dalam terus bertambah. Sebagian besar juga sudah mengungsi ke rumah kerabat mereka yang tidak terkena banjir,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Kota Palangka Raya Heru Trimono, saat dibincangi, Kamis.
Heru menjelaskan, saat ini sudah didirikan sebanyak 3 Poslap siaga banjir di Jalan Pelatuk, Jalan Arut dan Jalan Ahmad Yani. Fasilitas yang tersedia sementara ini seperti tenda pengungsian, dapur umum, toilet umum hingga tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang terdampak banjir, agar berhati-hati, terutama masalah listrik. Matikan alat elektronik yang tidak terpakai dan letakkan kabel listrik selalu di tempat yang kering dan jauh dari jangkauan air. Dan terpenting, segeralah mengungsi apabila keadaan memang mengharuskan untuk mengungsi. Poslap BPBD akan siap menampung masyarakat,” ujar Heru.
Marpuah, ibu rumah tangga yang rumahnya berada di RT V Jalan Anoi menuturkan, pada Rabu malam ia beserta anak dan suaminya mau tak mau harus mengungsi karena air sudah masuk ke kamar tidur. Kondisi air di rumahnya, pada bagian dapur dan wc sudah setinggi lutut orang dewasa. Untuk sekadar memasak ataupun buang air, diakuinya sudah tidak bisa lagi.
“Karena air sudah masuk ke dalam kamar, mau tak mau kami sekeluarga harus mengungsi. Apalagi anak saya masih balita, jadi saya tidak ingin mengambil risiko. Malam tadi kami langsung mengungsi. Hanya saja kami mengeluhkan gatal-gatal karena terkena air banjir, tapi begitu sampai di tempat pengungsian langsung diperiksa oleh perawat dan diberikan obat,” ungkapnya.
Bagi Nasi Bungkus
Sementara itu, Lurah Langkai Sri Wanti bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta mahasiswa KKN membagikan kurang lebih 200 bungkus makanan untuk masyarakat Flamboyan Bawah di belakang Perumdam yang terdampak banjir, Kamis siang.
Kepada Tabengan, Sri mengatakan, hampir seluruh permukiman di kawasan tersebut sudah terendam air, bahkan di beberapa titik air sudah setinggi hampir 60 cm. Sehingga diakuinya masyarakat tak lagi bisa beraktivitas di dapur, maka dengan sigap melalui dapur umum Poslap Kelurahan Langkai, diolah makanan bagi masyarakat yang masih bertahan di rumah dan belum mengungsi.
“Kami prioritaskan untuk kalangan lansia, setiap rumah mendapatkan dua bungkus nasi. Suplai makanan ini hasil kerja sama secara swadaya dari berbagai pihak. Suplai makanan ini masih kurang karena mestinya tiga kali sehari. Tapi kami tidak punya apa-apa, kami masih menunggu bantuan. Kami berharap ada donatur yang menyumbangkan bantuan untuk warga di sini,” ungkap Sri.
Dia menyebutkan, masyarakat terdampak banjir di wilayah kelurahannya sudah mencapai 1.270 Kepala Keluarga atau sekitar 4.887 jiwa dan 1.265 rumah. Selain itu, 3 musala, 1 masjid dan 3 gereja turut terendam air.
Kondisi banjir di wilayah tersebut diakuinya masih mengalami kenaikan dan belum ada tanda-tanda surut. Saat ini pun masyarakat, khususnya yang berusia lanjut, mulai mengungsi ke Poslap yang sudah disediakan di samping Kantor Perumdam Kota Palangka Raya.
“Di Posko ini sudah ada tim medis dari Puskesmas Marina yang siap memberikan pelayanan kesehatan kepada warga. Nanti kalau air makin parah, kami imbau warga segera mengungsi,” tuturnya.
Pantau Kamtibmas
Babinkamtibmas Kelurahan Langkai Aipda Van Royen mengatakan, pihaknya siap melakukan pengawasan serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lokasi banjir. Diakuinya jika kondisi seperti ini, bukan tak mungkin kerawanan seperti tindak pidana bisa terjadi saat ada oknum yang memanfaatkannya untuk melakukan kejahatan, seperti halnya pencurian barang berharga milik mereka yang sudah mengungsi.
“Kami selaku pihak keamanan, baik TNI maupun Polri, akan segera membentuk tim untuk melakukan patroli pada titik kerawanan gangguan kamtibmas. Apalagi saat banjir banyak motor yang diparkirkan di tempat yang aman dari air, namun kurang mendapatkan pengawasan. Kita kerja sama dengan Polres, Polda, Polsek dan Kodim untuk bisa roling patroli secara rutin,” ujarnya. rgb











