“Kami Tidak Perlu Difasilitasi, Menurut Kami Undangan Itu Adalah Kepentingan Penguasa”
PALANGKA RAYA – Gerakan Rakyat Merdeka (Geram), memberikan komentar terkait dengan tidak hadirnya Geram dalam dialog yang diinisiasi oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalimantan Tengah (Kalteng). Juru Bicara Geram, Enrico Rafael, menegaskan, Geram tidak perlu difasilitasi untuk bertemu dan berdialog dengan gubernur.
Geram, kata Enrico, dapat datang secara langsung, dan meminta berdialog secara langsung. Geram sudah menyampaikan surat ke gubernur, bahwa Geram akan datang, jadi tidak perlu difasilitasi. Geram akan datang tanpa ada embel-embel. Kita tidak ingin ada kepentingan-kepentingan yang masuk kedalam aksi.
”Menurut kita undangan itu adalah kepentingan penguasa, kepentingan elite politik. Massa aksi yang tergabung dalam Geram memiliki mekanisme tersendiri, tidak perlu dijembatani oleh siapapun. Kami bisa datang secara langsung, dan cukup pihak kepolisian yang menjembatani Geram untuk bertemu dengan pihak kepolisian,’ tegas Enrico, saat memberikan komentar terkait penolakan Geram untuk hadir dalam dialog yang dilaksanakan oleh KNPI Kalteng, Jumat (18/11) di Palangka Raya.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kalteng, Muhammad Alfian Mawardi, mengatakan, KNPI Kalteng telah menyurati dan mengundang kedua belah pihak agar dapat melaksanakan dialog secara terbuka. Dialog perlu dilakukan agar aspirasi yang disampaikan peserta aksi, yang mengatasnamakan Geram dapat didengar langsung oleh Pemprov Kalteng.
“Sebagai wadah berhimpun Organisasi Kepemudaan (OKP) dan kemahasiswaan KNPI miris dengan terjadinya keos atau kericuhan pada aksi Jilid 3 lalu. Untuk itu, KNPI sudah mengirim undangan ke Geram dan Pemprov Kalteng untuk dialog dan duduk bersama, membahas aspirasi-aspirasi pemuda dan organisasi yang melakukan aksi,” kata Alfian.
Alfian menegaskan, KNPI pada prinsipnya hanya ingin memfasilitasi antara pihak Geram dan Pemprov Kalteng. Adanya dialog semua persoalan dapat dimusyawarahkan dengan baik. Negara telah mengatur agar setiap persoalan yang terjadi dapat dilakukan dengan musyawarah, sehingga tercapai kesepakatan bersama untuk Kalteng yang lebih baik.
Alfian mengatakan, KNPI milik masyarakat, terutama pemuda, maka sudah menjadi keharusan untuk memfasilitasi dialog. Kita tentu tidak menginginkan terjadinya kericuhan saat aksi dan penyampaian aspirasi oleh teman-teman OKP dan masyarakat. Kita KNPI ingin yang terbaik, sehingga harus duduk bersama.ded











