-
Spirit Kalteng

Wali Kota Pastikan Kebutuhan Korban Banjir Terpenuhi

50
×

Wali Kota Pastikan Kebutuhan Korban Banjir Terpenuhi

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA TINJAU PENGUNGSI- Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin saat meninjau posko pengungsian banjir di Gedung KNPI Kalteng. Selain meninjau, Fairid juga memberikan sejumlah bantuan bagi pengungsi.
-

PALANGKARAYA/TABENGAN.CO.ID– Pemerintah Kota Palangka Raya telah menetapkan status tanggap darurat untuk musibah banjir yang terjadi pada 17 kelurahan di kota setempat. Sejumlah posko pengungsian pun telah didirikan bagi masyarakat terdampak.

Marpuah, warga Kelurahan Palangka yang ikut mengungsi di Posko Pengungsian Gedung KNPI mengatakan, ia bersama keluarga terpaksa meninggalkan rumah yang tergenang karena air semakin tinggi. Awalnya hanya merendam dapur dan WC.

Meskipun sulit, ia masih bisa memasak kebutuhan sehari-hari dan untuk buang air sementara menggunakan kantong plastik. Namun, air kini sudah masuk ke dalam kamar tidur, sehingga Marpuah bersama keluarga memutuskan untuk mengungsi.

“Kami bersyukur karena posko pengungsian yang awalnya ada di tenda di Jalan Arut, bisa dipindahkan ke gedung KNPI ini. Yang pasti fasilitas lebih lengkap, kamar mandi dan toilet nyaman dan hawanya tidak panas. Apalagi saya membawa balita. Ya saya berharap supaya air cepat surut, biar kami bisa kembali ke rumah lagi,” tuturnya.

Ditemui terpisah, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin memastikan tersedianya sarana dan prasarana serta logistik bagi masyarakatnya yang terdampak banjir, khususnya para pengungsi di posko. Terutama kebutuhan tempat tidur, air bersih, makanan, minuman serta layanan kesehatan dan obat-obatan.

“Kita pastikan sarpras dan logistik dulu untuk banjir ini. Stok bantuan kebencanaan kita beberapa sudah sedikit karena sudah kita salurkan ke beberapa daerah lain yang juga terdampak bencana, namun kita sudah mengajukan ke pemerintah pusat agar ada penambahan. Yang pasti kami akan semaksimal mungkin melakukan proses evakuasi dan memastikan masyarakat yang mengungsi ada tempat untuk tidur serta memastikan mereka tak kelaparan selama di posko pengungsian,” katanya, kemarin.

Diakui Fairid, awal-awal korban banjir mengungsi beberapa waktu lalu sempat mengeluhkan fasilitas air bersih, mandi dan buang air besar dan makan. Namun, kini ia menegaskan hal itu sudah teratasi. Para pengungsi telah disuplai selimut, obat-obatan dan terpenuhi logistiknya serta sarana MCK telah tersedia.

Tim kesehatan dan tim evakuasi juga disiagakan untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan. Dan tak kalah penting, bantuan berupa alat tulis bagi anak-anak usia sekolah, kata Fairid, juga telah diberikan agar anak-anak yang mengungsi tetap bisa belajar dan beraktivitas seperti biasa.

“Bagi yang belum mengungsi dan masih bertahan di rumah, saya meminta untuk bisa menghubungi layanan telepon 112 apabila memiliki kendala dan membutuhkan bantuan, agar cepat ditangani,” pintanya.

Data terakhir, sebut Fairid, debit banjir belum ada tanda surut, ditambah hujan mengguyur akhir-akhir ini. Per 19 November, tinggi muka air DAS Rungan mencapai 90 cm dan DAS Kahayan mencapai 80 cm. Setiap hari, debit air pun mengalami penambahan ketinggian 30 sampai 60 cm setiap harinya.

Maka itu, Fairid meminta warga waspada terkait keselamatan masing-masing keluarganya. Kabel-kabel listrik yang berpotensi membahayakan diharapkan diperhatikan seksama, karena kerap menelan korban jiwa saat banjir.

“Menurut data BMKG, perkiraan puncak musim hujan akhir bulan ini. Warga yang masih bertahan di rumah harus waspada, jangan sampai aliran listrik terendam air. Sebaiknya juga pindah ke posko atau mengungsi ke rumah kerabat. Utamakan keselamatan,” pungkasnya. rgb

-
-
-