-
Spirit Kalteng

Fairid Doakan Air Cepat Surut

44
×

Fairid Doakan Air Cepat Surut

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/YULIANUS SEMBAKO– Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama dengan Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Budi Santosa membagikan bantuan sembako kepada korban banjir di kawasan Jalan Mendawai, Palangka Raya, Rabu (23/11).
-

*Warga Pulpis Mulai Mengungsi

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menggelar pantauan lapangan kondisi banjir, Rabu (23/11) siang. Kegiatan diawali dengan meninjau posko lapangan di Jalan Arut, dilanjutkan pemantauan terhadap warga yang masih bertahan di rumahnya di Jalan Anoi hingga Jalan Mendawai. Tak lupa, Fairid membagikan satu per satu sembako kepada masyarakat yang menjadi korban banjir.

“Hari ini kami bagikan sembako di RT 01/02/03 dan 04 dengan total sekitar 500 paket sembako untuk 500 KK, juga posko pengungsian di Gedung KNPI Kalteng. Kami ingin memastikan masyarakat yang mengungsi ataupun bertahan di rumah merasa lebih nyaman dan tak kesusahan,” katanya.

Fairid mengaku cukup senang saat mengetahui debit air saat ini perlahan menurun. Saat memantau di Jalan Mendawai I dan II, ada penurunan hingga 7 cm jika dibandingkan dengan data sebelumnya.

“Kita doakan mudahan air cepat surut, agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dan mencari nafkah seperti sedia kala,” tutur Fairid.

Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, berdasarkan data yang diambil 23 November 2022, pantauan di lapangan ada penurunan debit air antara 3 hingga 5 cm per harinya di sejumlah titik.

Disebutkan Emi, seperti di Kelurahan Marang kini sudah mulai surut hingga 5 cm. Lalu di kawasan Kelurahan Pahandut, di Pelabuhan Rambang air sudah surut sekitar 3 cm dan di Kelurahan Kalampangan ketinggian air turun 1 cm jika dibandingkan hari sebelumnya.

Secara umum, ketinggian air di 17 kelurahan yang ada di kota setempat cukup bervariasi. Misal di Kelurahan Pahandut, Tumbang Rungan, Petuk Katimpun, Tangkiling, Tumbang Tahai, Banturung, Sei Gohong dan Kanarakan masih berstatus banjir.

Kemudian di Kelurahan Langkai ketinggian air mencapai 30 cm, Pahandut Seberang 5-60 cm, Tanjung Pinang 50 cm, Bukit Tunggal 20-50 cm dan Kelurahan Palangka 5 cm.

Sedangkan di Kelurahan Bereng Bengkel ketinggian air mencapai 30 cm, di Kelurahan Kameloh Baru mencapai 90-100 cm, di Kelurahan Danau Tundai 90 cm dan Kelurahan Kalampangan 8 cm serta di Kelurahan Marang berkisar 60 cm.

“Kita berharap agar air ini bisa segera surut dan warga yang mengungsi bisa kembali ke rumah masing-masing dan aktivitas mereka tidak terganggu,” ujar Emi, Rabu (23/11).

Untuk sementara, warga yang terdampak di 17 kelurahan tersebut berjumlah 7.564 Kepala Keluarga (KK) dan 28.383 jiwa. Warga yang mengungsi 134 KK dan 391 jiwa, terbanyak berasal dari wilayah Kecamatan Jekan Raya, khususnya Kelurahan Bukit Tunggal dan Palangka.

Terancam Gagal Panen

Sementara itu, Camat Sabangau Teguh Margiono mengatakan, kondisi banjir kali ini menyebabkan hampir 200 hektare lahan pertanian yang berada di Kelurahan Kalampangan RT II/III/IV berpotensi gagal panen. Lahan pertanian jagung dan sayur mayur milik warga, tak sedikit yang tergenang air hingga setinggi 50 cm.

“Apalagi ini sudah November. Banyak petani kita yang di pertengahan bulan ini sudah menanam jagung untuk kebutuhan perayaan Tahun Baru. Tapi tanaman muda ini tak bisa bertahan kalau terendam air seperti sekarang. Ancaman gagal panennya sangat besar sekali,” kata Teguh.

Secara umum keadaan banjir di Kecamatan Sabangau, katanya, masih berdampak di sebagian besar wilayah, seperti Kelurahan Danau Tundai, Kameloh Baru, Bereng Bengkel dan Kalampangan, meskipun debit air ada tercatat penurunan sekitar 1 cm.

“Langkah antisipasinya sekarang kami membuka posko mandiri sementara yang berasal dari bantuan swadaya masyarakat maupun dropingan dari Pemerintah Kota. Untuk warga terdampak banjir yang mengeluhkan sakit, kami sudah berkoordinasi bersana Dinkes dan Puskesmas Kalampangan untuk turun ke lapangan, khususnya pada wilayah yang cukup jauh dari fasilitas kesehatan seperti di Danau Tundai ataupun Kameloh Baru,” bebernya.

Banjir Pulpis

Kondisi banjir yang terjadi di Jalan Trans Kalimantan, Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) km 35, Rabu (23/11), belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Ketinggian debit air masih bertahan 35 cm dengan panjang yang terendam mencapai 65 meter.

Kepala Desa (Kades) Tumbang Nusa Lily mengatakan, akibat banjir tersebut sebanyak 22 KK dan 88 jiwa warga Desa Tumbang Nusa terpaksa mengungsi di posko yang disediakan. Juga sebanyak 15 KK dan 47 jiwa harus mengungsi di posko tersedia.

“Dari jumlah yang ada itu, tidak menutup kemungkin pengungsi di 2 desa akan bertambah, karena debit air ini tambah naik,” kata Lily.

Saat ini, kata Lily, kebutuhan yang mendesak sembako, obat-obatan, selimut, felbeed dan air minum. Pihaknya juga sangat berterima kasih karena bantuan sudah berdatangan, seperti di Posko Desa Tanjung Taruna sudah ada 15 buah velbed dari DPBD setempat, 15 kasur dari Dinas Sosial, Dapur Umum dari Dinas Sosial dan 20 buah kelambu dari Dinas Sosial. Di Posko Desa Tumbang Nusa juga 20 velbed dari BPBD, 20 kasur dari Dinas Sosial, dan 20 kelambu dari Dinas Sosial.

Senada dengan Kades Tumbang Nusa, Sekdes Tanjung Taruna Abdulah Unjung menambahkan, dampak dari bencana banjir di desanya sangat dirasakan sekali, baik dari infrastruktur yang terendam, juga masalah sosial, ekonomi dan sebagainya begitu sangat tergganggu, sehingga tidak ada aktivitas yang bisa dilakukan oleh masyarakatnya.

Untuk itu, kata Abdulah, pihaknya hanya bersandar pada dukungan pemerintah, baik itu Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi membantu meringankan beban masyarakat.

Sementara, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pulpis Osa Maliki mengatakan, pihaknya terus memantau kondisi banjir di wilayah Kabupaten Pulpis, khususnya di Kecamatan Jabiren Raya. Semua anggota dan tim terus berada di lokasi.

Menurut Osa, BPBD bersama Dinas Sosial mendirikan dapur umum untuk masyarakat, khususnya para pengungsi. Sampai hari ini juga sudah disiapkan sebanyak 1 ton beras bagi para pengungsi.

Ia juga mengimbau masyarakat di wilayah bawah agar dapat menempati tempat pengungsian yang sudah disediakan. Para petugas medis standby di posko pengungsian.

“Untuk kondisi arus lalu lintas di Jalan Trans Kalimantan Desa Tumbang Nusa masih lancar dan terkendali. Para petugas juga turut membantu pengaturan arus lalu lintas,” beber Osa. rgb/c-mye

-
-
-