Bambang Irawan: Atau Kami Akan Cari Pelaku!
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Seorang anggota ormas Fordayak Kalteng menjadi korban penganiayaan berat 2 orang tak dikenal, saat melakukan pengamanan di salah satu pos perusahaan di wilayah Kelurahan Pahandut Seberang, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, Jumat (25/11).
Ongky menderita luka parah di bagian punggung bawah akibat tebasan senjata tajam. Korban yang saat itu tengah berjaga dengan rekannya KT, dituduh telah mematikan aliran listrik rumah kedua pelaku yang datang melakukan penyerangan. Saat ini kasus tersebut telah ditangani Polsek Pahandut.
Kapolsek Pahandut Kompol Susilowati menyebutkan, penganiayaan dengan pemberatan ini terjadi di pos keamanan salah satu perusahaan. Korban yakni Ongky (20) dan KT (29).
Kejadian berawal ketika 2 anggota ormas tersebut tengah melakukan pengamanan di sebuah perusahaan, kemudian didatangi 2 pria sekitar pukul 14.00 WIB.
Ketika dihampiri 2 pelaku, salah satunya langsung marah-marah dan menuduh keduanya memadamkan aliran listrik rumah. Korban yang merasa tidak mengetahui permasalahan tersebut lalu membantah.
“Kedua pelaku naik pitam, kemudian kedua korban bermaksud lari meninggalkan pos jaga. Saat mencoba menyelamatkan diri, Ongky terjatuh dan ditebas oleh pelaku di bagian punggung bawah,” tuturnya.
Kapolsek memastikan, penyelidikan terus dilakukan oleh Unit Reskrim dan Resmob Polsek Pahandut bersama Polresta Palangka Raya dan Polda Kalteng guna mengungkap identitas dan mencari keberadaan pelaku.
“Saat ini telah diamankan beberapa barang bukti yang diduga berkaitan erat dengan kasus penganiayaan tersebut, sedangkan untuk identitas dan keberadaan terlapor masih dalam proses penyelidikan,” jelasnya.
Ketua Umum Fordayak Kalteng Bambang Irawan membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi ketika anggota melakukan pengamanan di pos jaga PT HPL. Menyikapi kasus tersebut, ia menyebutkan Fordayak menunggu pihak kepolisian menangkap pelaku ataupun menyerahkan diri.
“Kita sudah melaksanakan rapat dengan unsur pimpinan, pelaku harus menyerahkan diri pada Senin besok. Jika tidak, maka kami akan membantu kepolisian untuk turun mencari keberadaan pelaku,” tegasnya, Minggu (27/11).
Kendati telah memberikan ruang terhadap kepolisian, Bambang menegaskan, pihaknya tidak angkat tangan mengenai insiden yang menimpa anggotanya. fwa





