Spirit Kalteng

6 Pembunuh Aipda Andre Diringkus

24
×

6 Pembunuh Aipda Andre Diringkus

Sebarkan artikel ini
6 Pembunuh Aipda Andre Diringkus
TABENGAN/FERRY WAHYUDI DIRUBUHKAN -Wakapolda Kalteng Irjen Pol Ida Oetari Poernamasasi, Karo Ops Kombes Pol Andreas Wayan dan Direktur Resnarkoba Kombes Pol Nono Wardoyo dan , Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Budi Santosa ketika memantau kondisi markas sindikat narkoba Poton, Minggu (4/12/2022).

*1 Pelaku Buron, 4 Pos Pantau Sidikat dan Bilik Tempat Nyabu Dibakar

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Langkah cepat dilakukan Polda Kalimantan Tengah dalam menindaklanjuti tewasnya Aipda Andre Wibisono, personel Bid Dokkes Polda Kalteng yang tewas terbunuh di Komplek Ponton, Jalan Rindang Banua, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, Jumat (2/12/2022) sore.
Enam tersangka pembunuhan berhasil ditangkap dalam operasi yang melibatkan 240 personel pada Sabtu (3/12/2022) pagi.
Penindakan di Kampung Ponton tersebut dilakukan secara penuh, dibuktikan dengan kehadiran Irwasda Polda Kalteng Kombes Pol Ady Soeseno, Karo Ops Kombes Pol Andreas Wayan, Direktur Resnarkoba Kombes Pol Nono Wardoyo, Direktur Reskrimum Kombes Pol Faisal F Napitulu dan Kabid Humas Kombes Pol Kismanto Eko Saputro.
Sejumlah bangunan yang dijadikan sebagai lokasi transaksi dan pemakaian narkotika jenis sabu diobrak abrik dalam penindakan tersebut.
Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Kismanto Eko Saputro, mengatakan dalam operasi yang melibatkan 240 personel gabungan Ditsamapta, Satbrimob dan Ditreskrimum, delapan pria diamankan dari Kampung Ponton. Enam pria ditangkap sebagai terduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan Aipda Andre Wibisono tewas, sedangkan dua pria lainnya merupakan pembeli narkoba jenis sabu yang tertangkap saat petugas berada di lokasi.
Enam terduga pelaku pembunuhan berinisial IL, PK, JP, AD, IB, dan AM. Mereka turut berperan dalam melakukan penganiayaan kepada korban. Sedangkan dua pria berinisial SH dan LR kita tangkap karena keterlibatannya dalam tindak pidana narkotika dengan sejumlah barang bukti yang diamankan.
“Ditreskrimum bersama Polresta Palangka Raya masih memburu pelaku utama dalam pembunuhan ini, yakni pelaku yang melakukan penembakan menggunakan air softgun. Enam pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka pembunuhan,” katanya.
Ia menjelaskan, dari hasil visum et repertum, ditemukan sejumlah peluru gotri air softgun ditubuh korban. Total luka berjumlah sembilan titik saat pelaksanaan visum Et repertum.
“Ada sembilan titik mata luka di tubuh korban saat pemeriksaan oleh dokter forensic. Tembakan air softgun tepatnya berada di daerah kerongkongan dan telinga, disusul luka akibat hantaman benda tumpul,” ungkapnya.
Selain butiran peluru Gotri, petugas juga mengamankan barang bukti lain berupa sejumlah senjata tajam jenis parang dan kayu balok.
“Barang bukti ini kita amankan saat penindakan tadi siang,” tegasnya.
Terkait motif dan kronologis kejadian, Eko menjelaskan saat ini masih dalam proses pendalaman lebih lanjut, mengingat para terduga pelaku baru saja ditangkap.
“Untuk motif dan kronologi korban bisa berada di sana masih kita dalami. Akan kita kabarkan lebih lanjut untuk perkembangannya nanti,” pungkasnya.

Pembunuhan Terkait Permintaan Uang dan Sabu?
Keberadaan Aipda Andre Wibisono, personel Bid Dokkes Polda Kalteng di Kawasan Komplek Ponton, Jalan Rindang Banua Ujung, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya masih menyisakan misteri. Informasi yang beredar, Aipda Andre Wibisono menjadi korban penganiayaan para tersangka usai meminta sejumlah uang dan narkoba jenis sabu.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Budi Santosa, mengatakan berdasarkan keterangan dari para saksi-saksi di lokasi kejadian, korban sempat adu mulut dengan para tersangka.
“Kronologis sebenarnya masih kita dalami, penyebabnya apa dan kenapa korban disini masih kita mintai keterangan saksi dan juga tersangka yang sudah diamankan. Memang ada adu mulut berdasarkan keterangan saksi,” katanya, Minggu (4/12/2022).
Ia menerangkan enam pelaku yang sebelumnya telah tertangkap kini resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Aipda Andre Wibisono. Mereka memiliki peran berbeda dalam kejadian tersebut, seperti memukul menggunakan tangan kosong, memukul menggunakan kayu dan ikut mengeroyok.
“Pelaku utama masih kita kejar, yakni pria yang melakukan penembakan menggunakan senjata air soft gun ke tubuh korban,” tuturnya.
Pantauan Tabengan di Komplek Ponton, ratusan personel kepolisian kembali melakukan tindakan dengan membongkar dan membakar sejumlah posko dan bangunan yang disinyalir menjadi tempat transaksi narkoba. Setidaknya ada empat pos yang dirobohkan serta dibakar agar tidak bisa dipergunakan kembali.
Hadir pada penindakan yang berlangsung pada  Minggu (4/12/2022) tersebut Wakapolda Kalteng Irjen Pol Ida Oetari Poernamasasi, Karo Ops Kombes Pol Andreas Wayan dan Direktur Resnarkoba Kombes Pol Nono Wardoyo.
“Pada pos tersebut kita temukan klip sabu, alat hisap dan bukti-bukti lainnya sebagai tempat transaksi dan mengkonsumsi narkoba. Kegiatan ini akan kita lakukan secara berkelanjutan untuk mencegah betul-betul terjadinya peredaran narkoba dan mengubah wajah Kampung Ponton dari Kampung narkoba,” jelas Kapolresta. Fwa