-
Spirit Kalteng

Food Estate Singkong Gagal? Kamis Komisi II Memastikannya

55
×

Food Estate Singkong Gagal? Kamis Komisi II Memastikannya

Sebarkan artikel ini
H Achmad Rasyid
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Kalangan DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) berencana melaksanakan kunjungan ke dalam daerah, dengan sasaran melihat langsung kondisi perkebunan singkong di Desa Tewai Baru, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kamis (26/1), hari ini.

Ketua Komisi II DPRD Kalteng yang membidangi Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA), H Achmad Rasyid mengatakan, Komisi II ingin menggali informasi sekaligus melihat fakta di lapangan terkait isu yang menyatakan bahwa perkebunan singkong di kawasan Gumas gagal.

“Besok (Kamis), kita akan melaksanakan pertemuan dengan masyarakat di Kantor Kecamatan Sepang dan melihat langsung ke lapangan bagaimana kondisi perkebunan singkong yang diisukan gagal,” ucap Rasyid, saat dikonfirmasi Tabengan di gedung dewan,  Rabu (25/1).

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV meliputi Kabupaten Barito Timur (Bartim), Barito Selatan (Barsel), Barito Utara (Barut) dan Murung Raya (Mura) ini juga mengatakan, perkebunan singkong tersebut tidak bisa dikatakan gagal sebelum melihat fakta dan kebenarannya di lapangan.

“Kita tidak bisa mengatakan gagal, karena belum melihat seperti apa fakta dan kebenarannya di lapangan. Karena itu, Komisi II DPRD Kalteng dari jauh-jauh hari sudah menjadwalkan untuk melaksanakan kunjungan langsung ke lokasi perkebunan singkong di Kabupaten Gumas dan besok (Kamis ini) kita realisasikan,” ujarnya.

Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kalteng ini juga menjelaskan, perkebunan singkong di Kabupaten Gumas tidak termasuk program Food Estate. Pasalnya, program Food Estate hanya dicanangkan di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau (Pulpis) dengan objek persawahan.

“Kalau dikatakan program pendukung ketahanan pangan memang benar, tetapi apabila dikatakan Food Estate, maka itu hal yang keliru, karena pencanangan program Food Estate hanya di Kabupaten Kapuas dan Pulpis dengan objek persawahan serta tanaman padi. Namun pada intinya, hasil kunjungan Komisi II ke areal perkebunan singkong di Gumas akan menjadi objek pembahasan dengan pihak eksekutif, khususnya mitra kerja Komisi II,” pungkasnya.nvd

-
-
-