Spirit Kalteng

18 Emak-emak Ditangkap Kasus Narkoba

32
×

18 Emak-emak Ditangkap Kasus Narkoba

Sebarkan artikel ini
18 Emak-emak Ditangkap Kasus Narkoba
TABENGAN/FERRY WAHYUDI TERLIBAT NARKOBA-Tampak salah satu emak-emak dihadirkan dalam rilis yang dilakukan Ditresnarkoba Polda Kalteng, Rabu (5/4).

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Penyalahgunaan narkoba kini tak lagi pandang bulu dalam masalah gender. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pelaku wanita yang ditangkap Ditresnarkoba bersama Polres jajaran periode Februari-Maret 2023.

Dalam rilis yang dilakukan Ditresnarkoba Polda Kalteng, Rabu (5/4), terdapat 18 pelaku wanita (ibu rumah tangga) yang berhasil diamankan dari 165 tersangka yang diamankan dengan 142 kasus yang berhasil diungkap.

Delapan tersangka wanita sendiri berhasil diamankan oleh Ditresnarkoba Polda Kalteng untuk Februari-Maret.

Direktur Resnarkoba Kombes Pol Nono Wardoyo mengatakan, pada Februari-Maret 2023, Ditresnarkoba bersama Polres jajaran telah berhasil mengungkap kasus tipidnarkoba sebanyak 142 kasus dengan jumlah tersangka 165 orang.

Dari jumlah kasus dan tersangka itu, barang bukti yang diamankan meliputi 486 butir ekstasi, 3 kilogram sabu, 230 butir karisoprodol dan 259 butir obat daftar G.

“Untuk Ditresnarkoba sendiri pada periode itu menangkap 23 tersangka dari 16 kasus dengan barang bukti 44 butir ekstasi dan 689,65 gram sabu,” katanya.

Dari kasus tipidnarkoba yang berhasil diungkap itu dapat dipetakan bahwa jaringan peredaran gelap narkoba yang terjadi di wilayah Kalteng merupakan jaringan dari Pontianak dan Banjarmasin.

Jaringan Pontianak dapat meliputi wilayah Lamandau, Pangkalan Bun, Sampit, Katingan dan Palangka Raya. Sedangkan Jaringan Banjarmasin dapat menyasar Palangka Raya, Gunung Mas, Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara, Murung Raya, Kapuas dan Pulang Pisau.

“Penyalahgunaan narkoba terus meningkat. Sepanjang 2023 ini saja kita sudah menangkap 251 tersangka dengan barang bukti 4,3 kilogram sabu dan 516 butir ekstasi,” jelasnya.

Nono menerangkan, saat ini modus peredaran narkoba terus beragam dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memanfaatkan wanita untuk dijadikan kurir maupun pengedar.

“Banyak bandar narkoba yang kini memanfaatkan wanita untuk dijadikan kurir maupun menjadi pengedar. Hal ini terungkap dengan cukup banyaknya pelaku wanita yang kita tangkap,” pungkasnya. fwa