PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat belakangan ini. Pemerintah Kabupaten Kobar tidak berdiam diri dan menyurati Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia (RI).
Saat ini harga tiket pesawat dari dan menuju Bandara Iskandar Pangkalan Bun, melebihi tarif batas atas yang ditetapkan oleh pemerintah. Menyikapi hal itu, Pemerintah Kobar dalam beberapa bulan terakhir juga telah memanggil pihak maskapai guna mengetahui apa penyebab mahalnya harga tiket. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda penurunan harga tiket yang signifikan.
“Kita sudah bersurat ke Kemenhub sejak kedatangan Menteri LHK ke TNTP dan merasakan harga tiket mahal. Bahkan, pemerintah daerah telah melayangkan surat ke Kemenhub sebanyak 2 kali dan berharap persoalan yang dihadapi ini mendapat perhatian dari pemerintah pusat, sehingga bisa meringankan masyarakat,” kata Juni Gultom, Plh Sekda Kobar usai menghadiri rapat paripurna ke I masa sidang III tahun sidang 2023.
Dalam waktu dekat, menuju kedatangan Pj Bupati Kobar, pemerintah daerah akan kembali rapat terkait bagaimana mengatasi harga tiket mahal. Bahkan lanjut Juni Gultom, Pemkab Kobar juga telah berkoordinasi dengan maskapai yang mungkin bisa masuk ke Pangkalan Bun seperti Pelita Air, Citilink dan Air Asia.
Juni menyebut salah satu persoalan yang kerap menjadi penyebab harga tiket pesawat mahal, karena landasan Bandara Iskandar belum bisa disinggahi pesawat berbobot besar. Untuk itu, Pemkab Kobar akan menghadap langsung ke Kemenhub RI, guna menyampaikan permasalahan yang ada di Kobar. Masih menunggu jawaban dari kementerian perihal agenda untuk pertemuan tersebut.
“Informasinya bandara kita belum mampu didarati pesawat berbadan lebar, pesawat A320 atau airbus. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini ada solusi,” pungkas Juni Gultom.
Dewan Desak Atasi Masalah
Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah Abdul Razak meminta agar Pemkab Kobar segera mengatasi masalah mahalnya harga tiket pesawat. Sebab masalah harga tiket pesawat itu jadi bagian keluhan masyarakat.
Menurut Razak, pada saat dirinya melakukan pertemuan dengan masyarakat dalam agenda reses perorangan, baik di Kelurahan Kumai, Madurejo dan Kelurahan Mendawai Seberang, masyarakat menyampaikan keluhan mengenai tingginya harga tiket pesawat. Selain mahal, untuk mendapatkannya pun sangat sulit.
“Masyarakat Kobar saat ini banyak melakukan aktivitas keluar daerah, ada yang mengantarkan anaknya kuliah maupun masuk pondok pesantren di luar Kobar. Mereka menyampaikan sulitnya mendapatkan tiket pesawat dari Pangkalan Bun baik menuju Surabaya, Semarang bahkan ke Jakarta. Selain langka, harga tiket pesawat juga melambung tinggi,” ungkap Razak.
Disebutkan Razak, untuk mendapatkan harga tiket pesawat murah, masyarakat rela menempuh perjalanan ke Banjarmasin dan Kota Palangka Raya. Tentunya untuk masalah tiket pesawat ini harus menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kobar.
“Tentunya banyak hal yang menjadi penyebab tingginya harga tiket pesawat terbang dari dan menuju Kabupaten Kobar. Di antaranya sedikitnya maskapai penerbangan yang melayani transportasi ke Kabupaten Kobar,” jelas Razak.
Menurut Razak, selain Pemprov Kalteng, tentunya Pemkab Kobar juga terus diminta proaktif mendesak Kemenhub agar kondisi seperti ini tidak terus berlanjut.
“Karena bila harga tiket meningkat 2 kali lipat dari harga normalnya meskipun tidak menyentuh batas atas, pastinya tetap memberatkan masyarakat yang memerlukan akomodasi transportasi tersebut,” kata Razak. c-uli











