PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Semakin pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mulai berpengaruh pada jadwal penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Setiap hari rata-rata terjadi penundaan terhadap 3 penerbangan.
Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura II Palangka Raya Ardha Wulinagara mengatakan, dari monitoring sejak 27 September lalu hingga sekarang, per hari terjadi 3 penundaan penerbangan, baik keberangkatan dan kedatangan.
“Penundaan (delay), baik keberangkatan atau kedatangan, dipengaruhi oleh jarak pandang akibat kabut asap,” katanya, Rabu (4/10).
Pada Rabu kemarin, jelas Ardha, jarak pandang sejak pukul 06.00 WIB hingga 11.30 WIB rata-rata berkisar 400-900 meter.
“Untuk pagi tadi (Rabu) keberangkatan pukul 07.00 WIB bisa berjalan baik, namun dua penerbangan kedatangan dari Surabaya harus tertunda, dari dijadwalkan pukul 10.00 WIB baru bisa mendarat pukul 13.54 WIB,” ujarnya.
Rute Surabaya-Palangka Raya JT 680 dan JT 682 landing dijadwalkan pukul 10.00 WIB, tapi terlambat hampir 4 jam. Keterlambatan kedatangan disebabkan jarak pandang pada pukul 10.00 WIB hanya berkisar 700 meter.
“Untuk sekarang pada siang hari ini terpantau jarak pandang berkisar 1.000 meter. Estimasi ada dua kedatangan nantinya,” jelasnya. fwa











