
Lapas Sebut Alm Sehat Padahal Sakit, Keluarga Sebut Tidak Diizinkan Besuk dan Dihalangi saat Bawa Almh ke Rumah Sakit, Padahal dokter Gery Telah Berikan Rekomendasi Rujuk ke RSUD Jumat, 27 Oktober 2023, namun tidak Dijalankan Pihak Lapas.
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palangka Raya, Yunire (53) tiba-tiba saja dikabarkan sakit. Nyawa Yunire tak tertolong usai dibawa dan dirawat di RSUD Doris Sylvanus Kota Palangka Raya, Senin (30/10) lalu.
Bernie, menantu dari Yunire, mempertanyakan standar pelayanan di Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya. Menurutnya, sebelum meninggal dunia, Yunire mengalami muka dan bibir bengkak serta sudah memakai kursi roda dengan tidak berdaya.
“Apa itu yang sebut sehat? Jadi ini standar sehat pelayanan dari Lapas Perempuan, karena pernyataan Plh Lapas sebelumnya pada hari Rabu, 5 Oktober 2023, menyatakan ibu Yunire sehat,” timpal Bernie.
Ia sangat kecewa dengan standar Lapas Perempuan ketika menangani ibu Yunire ketika dalam keadaan sakit. Pasalnya, pihak Lapas harus menggunakan prosedur dulu.
“Mau sekarat dulu baru dirujuk ke rumah sakit, itu pun kami meminta bantuan dari salah seorang anggota Legislatif,” ujarnya.
Bernie menerangkan, pihak keluarga baru bisa menjemput mertuanya setelah mendapat kabar dari dalam Lapas bahwa mertuanya sakit pada Minggu, 29 Oktober 2023, bukan dari pihak Lapas.
Itupun, kata Bernie, sempat terjadi perdebatan dan ribut karena pihak Lapas sempat tidak memperbolehkan keluarga untuk membawa Yunire berobat ke RS. Padahal menurut Bernie, dokter Gery telah memberikan rekomendasi rujuk pada Jumat, 27 Oktober 2023, namun hal itu tidak dijalankan oleh pihak Lapas.
Ia berharap pihak Lapas membenahi prosedur pelayanan terhadap bagi warga binaan lapas di kala sakit. “Semoga ini menjadi pelajaran buat Lapas ini agar tidak terjadi lagi dengan warga binaan lainnya, cukup ibu Yunire yang mengalami hal seperti ini,” harapnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya Srie Astiana menyampaikan kronologi Yunire saat sakit, bahwa ia mendapat laporan awal keluhan Yunire dari petugas piket pada Minggu, 29 Oktober 2023. Selain itu, ia juga menerima pesan WhatsApp dari Ketua DPRD kota Palangka Raya Sigit K Yunianto yang meminta rujukan Yunire kepadanya.
“Sebelum ada informasi keluarga, sudah ada informasi bahwa ibu Yunire ada keluhan dan pada saat itu kebetulan ada Bapak Sigit ketua DPRD kota Palangka Raya menyampaikan melalui WhatsApp kepada saya mohon bantuan kepada kami selaku pihak Lapas Perempuan untuk dapat memberi rujukan,” katanya saat audiensi dengan pihak keluarga di rumah duka Yunire, Senin (30/10).
Ia memerintahkan kepada pejabat Pelaksana Harian (Plh) Lapas untuk memeriksa secara detail kondisi warga binaan bersama perawat yang piket pada Minggu siang. Selain itu, ia juga memerintahkan Plh untuk membawa Yunire ke rumah sakit dengan rujukan emergency menggunakan mobil operasional Lapas.
Selain itu, pihaknya juga telah mengomunikasikan dengan dokter rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan lapas. Ia juga mengaku telah mengonsultasikan dengan pihak keluarga dan menyampaikan ke rumah sakit.
“Nah pada saat itu ibu Yunire tidak ada keluhan, hanya ada keluhan ada pada kulit muka dan itu sudah kami konsultasikan dan sudah diberikan obat oleh dokter dan ada perubahan,” katanya.
Menurutnya, pada saat dirawat di RSUD Doris Sylvanus, Yunire tidak menyampaikan keluhannya kepada cft perawat maupun kepada pejabat administrasi.
“Sampai kemarin sudah dirawat di rumah sakit tidak ada keluhan yang disampaikan baik kepada cft perawat maupun kepada pejabat administrasi,” ujarnya.
Menjawab pertanyaan pihak keluarga atas lambatnya pihak Lapas memberikan perawatan medis kepada almarhumah, Kalapas mengatakan, hal itu dikarenakan minimnya petugas medis di Lapas.
Atas kejadian itu, ia menyampaikan permohonan maaf dan berbela sungkawa atas meninggalnya Yuneri.
“Kami selaku pihak Lapas Perempuan menyatakan turut berbela sungkawa dan mohon maaf sebesar-besarnya jika yang kami lakukan adalah belum optimal menurut keluarga besar ibu Yunire,” tutur Srie Astiana.
Saat Kalapas menyampaikan klarifikasinya, keluarga besar Almh Yunire sempat beberapa menyorakkinya, karena keterangannya tidak sesuai dengan apa yang dialami keluarga.jef











