Spirit Kalteng

SEMANGAT SUMPAH PEMUDA-Mahasiswa Bukan Agen, tapi Pelaku Perubahan

26
×

SEMANGAT SUMPAH PEMUDA-Mahasiswa Bukan Agen, tapi Pelaku Perubahan

Sebarkan artikel ini
SEMANGAT SUMPAH PEMUDA-Mahasiswa Bukan Agen, tapi Pelaku Perubahan
DISKUSI- Senator Kalteng  Agustin Teras Narang menjadi narasumber pada dialog peringatan HSP di Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Palangka Raya, baru-baru ini. ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.IDPertemuan dengan para generasi muda, menjadi salah satu momen yang sangat penting bagi Senator Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang (Terang). Bertemu langsung dengan pemuda, sebuah kesempatan penting untuk dapat menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dan mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri.

Pertemuan pada memomen peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-95 beberapa waktu lalu, Teras Narang menceritakan sejarah penting gerakan pemuda. Pemuda daerah punya peran besar dalam membentuk sejarah. Salah satunya adalah George Obos, putra daerah Kalteng yang berperan dalam kelahiran janji pemuda dalam kongres pemuda 28 Oktober 1928 silam. Janji patriotik untuk Indonesia itu kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda.

Bapak Pembangunan Kalteng ini menyampaikan, kisah sejarah kebangkitan nasional dari era Budi Utomo, hingga lahirnya Sumpah Pemuda, sampai era kemerdekaan disampaikan dalam dialog ilmiah, baru-baru ini di Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Palangka Raya. Ini semata agar mahasiswa dan pemuda daerah di IAHN, sadar akan panggilan sejarahnya dan siap terlibat bagi kemajuan Indonesia.

“Pemuda adalah sebagai pelaku dan motor dari perubahan. Bukan sekadar sebagai agen perubahan atau perantara demi terwujudnya keadilan bagi suatu bangsa. Konteks demokrasi, pengejawantahan dan implementasi dari suatu kedaulatan rakyat adalah melalui pemilihan umum, yang di mana kedaulatan ada di tangan rakyat. Dengan demikian rakyat, khususnya generasi muda, berhak memilih dan menentukan para pemimpin, baik eksekutif dan legislatif,” kata Teras Narang di hadapan mahasiswa IAHN Palangka Raya.

Ada banyak tantangan yang kita hadapi sebagai bangsa, jelas Teras Narang, mulai dari upaya pembangunan IKN dan bonus demografi di dalam negeri, hingga tantangan global seperti krisis pangan kemanusiaan. Lewat demokrasi,  mahasiswa sebagai bagian dari Gen-Z diajak agar berperan penting.

Untuk dapat berperan penting, pesan Gubernur Kalteng periode 2005-2015 ini, generasi muda khususnya mahasiswa, mesti jernih. Memiliki semangat 5K dalam menilai fenomena di sekitarnya. Karakter kritis, konstruktif, mengawal konstitusi, pertahankan kebersamaan dan tetap menjaga kesantunan. ded