PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Wacana pemekaran atau pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Kotawaringin dari Kalimantan Tengah (Kalteng) terus digulirkan dalam puluhan tahun terakhir. Bahkan menjelang tahun politik, isu itu terus digaungkan oleh sejumlah pihak.
Kotawaringin merupakan sebuah wilayah yang terletak di bagian Barat Kalteng, wilayah itu dinilai memenuhi semua persyaratan untuk dijadikan DOB.
Melalui berbagai administratif dan perkembangan ekonomi yang pesat, Kotawaringin dinilai siap untuk menjadi DOB baru di Indonesia. Namun, pembentukan DOB itu dinilai akan berdampak besar terhadap ekonomi bagi Kalteng.
Menurut pakar ekonomi Irawan Itta, salah satu dampak utama DOB adanya pembagian Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena setiap DOB baru akan melepaskan sebagian dari wilayah induk dari manfaat PAD yang dihasilkan.
“Oleh karena itu, wacana DOB Kotawaringin berarti PAD akan terbagi dan berkurang. Hal ini cenderung memengaruhi kemampuan daerah dalam membiayai program-program pembangunan dan pelayanan publik pada umumnya,” kata Irawan, beberapa waktu lalu.
Selain pembagian PAD, efek DOB juga bisa terasa pada aktivitas produksi yang terkait dengan sumber daya alam (SDA), karena Kalteng sangat terkenal dengan SDA yang melimpah seperti kayu, sawit, pertambangan dan berbagai potensi SDA lainnya.
“Ada juga efek positif yang mungkin muncul dari DOB. Pembentukan DOB baru dapat mendorong otonomi masyarakat setempat, termasuk dalam pengambilan kebijakan dan pemanfaatan SDA yang lebih baik,” terangnya.
Terlebih, DOB dapat mempercepat pembangunan di Kalteng sebagai bagian dari peta strategi pengembangan Indonesia tengah yang catatannya dinilai semakin baik dari tahun ke tahun.
Dikatakan, DOB Kotawaringin berpotensi memiliki dampak yang kompleks dan bervariasi terhadap perekonomian Kalteng. “Meskipun mungkin ada kekhawatiran tentang pembagian PAD dan dampak pada kegiatan produksi, DOB juga dapat memperkuat otonomi masyarakat setempat,” imbuhnya.
Terpisah, pakar ekonomi Fitria Husnatarina mengatakan pemecahan wilayah Kalteng dampaknya cukup signifikan, karena wilayah yang awalnya sangat luas akan terbagi menjadi wilayah yang lebih sempit.
“Kapasitas wilayah akan berkurang dan aktivitas ekonomi serta atribut lainnya akan terbagi di antara dua wilayah yang terpisah. Meskipun demikian, tidak hanya dampak negatif yang perlu diperhatikan, namun juga dampak positifnya,” kata Fitria.
Ia menjelaskan, dalam kerangka luasan wilayah yang lebih kecil, Kalteng harus mampu mengelola dan menembus akses ke wilayah yang sudah mulai sedikit lebih sempit dengan infrastruktur yang lebih baik.
“Wilayah potensial di dalam lingkup Kalteng sebagai agregat dan bagian dari penyusun data kontribusi ekonomi, SDA dan ekspor dari Kalteng akan terbagi. Namun, pada saat yang sama, peluang dan dampak positif dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan infrastruktur dan potensi diri dari kapasitas wilayah yang baru,” jelasnya.
Ia menerangkan, wilayah yang lebih sempit di Kalteng dapat menjadi peluang yang cukup potensial. Meskipun secara logika semakin kecil wilayah, semakin kurang potensial dan sumber daya manusia (SDM) semakin terpisah, tetapi dengan luas wilayah yang lebih kecil, masalah-masalah yang sulit dihadapi dan diatur dapat ditangani secara lebih spesifik.
“Hal ini bisa membuat manajemen pemerintahan daerah menjadi lebih terang benderang, untuk memecahkan masalah bagi kewilayahan ini secara lebih spesifik,” ungkapnya.
Tentunya, dampak yang perlu diperhatikan bagaimana akses antara dua wilayah ini saling mendukung dalam membangun sistem pendukung yang lebih baik. Semua kemungkinan harus dipertimbangkan dengan baik, karena masing-masing wilayah memiliki karakteristik potensial dan strategis yang perlu ditingkatkan sesuai dengan kondisi yang ada.
“Dalam pemecahan wilayah Kalteng, ada sisi positif dan sisi negatif yang harus diperhitungkan secara cermat,” tegasnya.
Dikatakan, pemecahan wilayah Kalteng menjadi dua dengan wacana dibentuknya DOB Kotawaringin dapat pula membawa peluang yang besar. Ada dampak negatif yang harus dikelola, namun ada juga peluang tersembunyi yang dapat digali dan digunakan untuk membangun infrastruktur dan potensi diri dari kapasitas wilayah baru.
“Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan semua kemungkinan dan peluang yang ada dalam mengelola dan memecahkan masalah di Kalteng secara lebih spesifik,” pungkasnya. jef











