Spirit Kalteng

Gesekan Sosial saat Pilkada Lebih Besar dari Pilpres

19
×

Gesekan Sosial saat Pilkada Lebih Besar dari Pilpres

Sebarkan artikel ini
Herson B Aden 

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Staf Ahli (Sahli) Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Herson B Aden membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, bertempat di aula Badan Kesbangpol Provinsi Kalteng, Rabu (27/12).

Dalam sambutannya, Herson B Aden mengungkapkan, kegiatan ini merupakan Rencana Aksi Daerah (RAD) Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tingkat Provinsi Tahun 2024. Dulunya disebut Tim Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri yang langsung dikoordinir Menkopolkam dan turun sampai daerah serta kabupaten/kota, dimana setiap daerah menyusun RAD dalam rangka menangani berbagai permasalahan konflik yang dimungkinkan akan terjadi di daerah.

“Oleh sebab itu, pada saat ini pemerintah daerah melalui Badan Kesbangpol sudah melakukan berbagai analisis terkait dengan berbagai konflik lokal daerah, yang diterjemahkan dalam rencana aksi daerah. Nantinya Kesbangpol akan menyampaikan draf RAD, dan di dalamnya tentu ada target yang akan dicapai,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyebut, rencana aksi daerah yang akan dilakukan misalnya DP3APPKB akan melaksanakan kegiatan pengembangan desa ramah perempuan dan peduli anak, maka koordinasi dari tingkat provinsi ke kabupaten sampai tingkat desa akan terjalin, dan target yang akan dicapai adalah target B.04, target B.08 dan target B.12. “Artinya pada bulan 4 target ini harus tercapai, karena nanti akan terjadi multiplier effect terhadap yang lain. Kalau ada satu target tidak tercapai, maka akan mempengaruhi target yang lain,” imbuhnya.

“Terlebih lagi pada tahun 2024 kita menghadapi tahun politik yaitu pemilu. Pada Pemilihan Presiden di daerah tetap terjadi gejolak, tetapi  gesekan-gesekan yang terjadi di daerah tidak akan sebesar pada Pemilihan Kepala Daerah, Pemilihan Bupati dan Pemilihan Walikota,” ucap Herson.

Dikatakan, pada saat pemilu kepala daerah, gesekannya tentu sangat besar sekali.”Oleh sebab itu kami berharap, apa yang menjadi targetnya bisa tercapai baik di B.04, B.08 maupun B.12. Diharapkan hal ini bisa mengurangi bahkan meniadakan terjadinya konflik sosial,” tutupnya.

Kepala Badan Kesbangpol Katma F Dirun mengatakan, draf Rencana Aksi (RA) Tahun 2024 untuk periode B.04 (Januari-April), B.08 (Mei-Agustus) dan B.12 (September-Desember), mencakup 4 (empat) RA Bidang Pencegahan Konflik terkait Rencana Aksi Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (P3AKS), RA Bidang Penghentian Konflik terkait Gladi Posko dan dan Gladi Lapangan Penanganan Konflik Sosial, RA Bidang Pemulihan terkait Pelaporan Tindak Lanjut Peristiwa Konflik Tahun 2023 dan 2024 di Daerah dan RA terkait Pemetaan Potensi Konflik Pemilu Serentak Tahun 2024. “Pada tahun 2023 pencapaian rencana aksi daerah untuk Kalimantan Tengah adalah 84,29 persen, hal ini sesuai data yang disampaikan pada paparan Kemendagri RI,” pungkasnya. MMC Kalteng

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *