PURUK CAHU/MUARA TEWEH-Pemerintah Kabupaten Barito Utara dan Murung Raya menetapkan status tanggap darurat bencana banjir yang melanda wilayah kabupaten setempat akibat meluapnya Sungai Barito dan anak sungainya yang sudah memasuki hari keempat.
“Status tanggap darurat bencana banjir mulai hari ini selama 14 hari ke depan atau sampai 1 Februari 2024,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara Simamoraturahman di Muara Teweh, Jumat (19/1), dilansir dari halaman Antara.com.
Menurut dia, penetapan status tanggap darurat bencana banjir tersebut berdasarkan masukan dan saran dari beberapa instansi terkait.
“Ada pertimbangan-pertimbangan yang disampaikan Penjabat Bupati, kalau bisa Barito Utara di posisi tanggap status darurat bencana banjir. Namun kita harus mempersiapkan segala sesuatunya dalam beberapa hari ke depan,” kata dia.
Penjabat Sekretaris Daerah Barito Utara Jufriansyah mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi untuk menetapkan status tanggap darurat bencana banjir daerah ini.
Dia mengatakan, beberapa hari terakhir ini banjir di Barito Utara sudah meluas di beberapa kecamatan di daerah setempat dan ada beberapa warga Barito Utara yang sudah terdampak musibah banjir ini, sehingga pemerintah daerah perlu mengambil langkah-langkah dalam menghadapi kondisi ini.
“Informasi terakhir di daerah hulu atau wilayah Kabupaten Murung Raya kondisi air sudah surut dan mereka sudah menetapkan status tanggap darurat. Dan kondisi terakhir kondisi air sudah mulai menurun, dan otomatis airnya akan mengalir ke daerah hilir (Barito Utara),” kata Jufriansyah.
Banjir yang melanda 7 dari 9 kecamatan di Kabupaten Barito Utara ini sejak Selasa (16/1) merendam 43 desa dan kelurahan dengan warga yang terdampak mencapai 11.745 kepala keluarga atau 40.067 jiwa. Sedangkan bangunan rumah warga yang terendam sebanyak 7.247 bangunan dan fasilitas umum seperti fasilitas kesehatan dan pendidikan 104 unit.
Banjir ini melanda wilayah perkotaan, seperti Jalan Merak, Dahlia, Panglima Batur, Cepaka Putih, dan Imam Bonjol sudah terendam banjir sejak Kamis (18/1). Bahkan ratusan pemukiman warga di wilayah padat penduduk tak luput dari rendaman air yang begitu cepat meninggi. Pedagang Pasar Pendopo dan Pasar Ipu terpaksa pindah ke wilayah yang lebih tinggi, seperti Jalan Timor hingga Jalan Tumenggung Surapati.
Selain wilayah Kecamatan Teweh Tengah, banjir juga merendam Kelurahan Jingah dan Jambu di Kecamatan Teweh Baru. Termasuk Kecamatan Lahei dan Lahei Barat. Bahkan ketinggian air mencapai 2 meter.
Banjir melanda daerah hilir seperti wilayah Desa Lemo, Desa Sei Rahayu 1, Kecamatan Teweh Tengah, kemudian Desa Butong, Desa Bintang Ninggi I dan Desa Bintang Ninggi II, Kecamatan Teweh Selatan. Banjir juga terjadi di wilayah Kecamatan Montallat dan hampir merendam seluruh wilayah Kelurahan Montallat I dan Kelurahan Montallat II. Di Kelurahan Tumpung Laung I dan Kelurahan Tumpung Laung II, sebagian terendam banjir. Hampir seluruh kecamatan di wilayah Barito Utara dilanda banjir.
Selain wilayah Kecamatan Teweh Tengah, banjir juga merendam Kelurahan Jingah dan Jambu di Kecamatan Teweh Baru. Termasuk Kecamatan Lahei dan Lahei Barat. Bahkan ketinggian air mencapai 2 meter.
Banjir melanda daerah hilir seperti wilayah Desa Lemo, Desa Sei Rahayu 1, Kecamatan Teweh Tengah, kemudian Desa Butong, Desa Bintang Ninggi I dan Desa Bintang Ninggi II, Kecamatan Teweh Selatan. Banjir juga terjadi di wilayah Kecamatan Montallat dan hampir merendam seluruh wilayah Kelurahan Montallat I dan Kelurahan Montallat II. DI Kelurahan Tumpung Laung I dan Kelurahan Tumpung Laung II, sebagian terendam banjir. Hampir seluruh kecamatan di wilayah Barito Utara dilanda banjir.
Mura Tanggap Darurat
Sebelumnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng Akhmad Toyib mengatakan, pihaknya terus melakukan update kondisi banjir di sejumlah daerah di Kalteng. Banjir paling parah terjadi di Murung Raya, sehingga mendorong pemkab setempat menetapkan status darurat banjir.
“Status darurat banjir ini sudah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Murung Raya sejak 17 Januari sampai 15 Februari,” kata Toyib kepada wartawan, Rabu lalu.
Pj Bupati Mura Hermon meninjau langsung lokasi yang terdampak banjir. Salah satunya di Jalan Jenderal Sudirman (arah simpang Polres Mura). Hermon mengajak masyarakat untuk terus mewaspadai terjadinya banjir susulan.
“Kita dari Pemkab Mura bersama dengan dinas, badan, satuan, serta instansi terkait terus memantau titik-titik tertentu yang dinilai rawan, kemudian kami akan menginventarisasi jenis bantuan apa saja yang layak dan segera kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Hermon.
Hermon berharap banjir yang terjadi karena luapan air Sungai Barito segera surut. Masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dan tanggap terhadap perubahan cuaca. Hermon juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan selalu mewaspadai banjir kiriman dari wilayah hulu.
Hingga Jumat (19/1), puluhan ribu jiwa menjadi koban banjir di Mura. Bantuan bahan kebutuhan pokok dan layanan kesehatan mulai dilaksanakan oleh Pemkab Mura ke titik pemukiman masyarakat yang terdampak banjir di sejumlah kecamatan seiring peningkatan status dari waspada banjir menjadi darurat banjir.
Kalaksa BPBD Mura Fitrianul Pahriman kepada awak media mengungkap, dari data yang telah disinkronkan dengan pihak Pemerintah Kecamatan Murung, bantuan bahan kebutuhan pokok yang disalurkan untuk Desa Sumpoi sebanyak 296 paket, dan Desa Muara Bumban 170 paket.
Kalaksa menyebut, total KK yang terdampak banjir hingga saat ini untuk Kecamatan Murung sebanyak 5.514 KK atau 31.178 jiwa. Sementara untuk paket sembako yang disalurkan ini berupa beras, mi instan dan gula.
Selain memberikan bantuan bahan kebutuhan pokok bagi warga terdampak banjir rombongan Forkopimda Mura juga memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.
“Dari pihak Dinkes juga ikut memberikan pelayanannya bagi warga terdampak. Kita berharap status darurat banjir saat ini dapat segera kita lewati,” pungkasnya. ist/c-sjs











