
MOHON BANTUAN-Ririen Binti saat bertemu tunawisma yang hamil tua berkeliaran di sekitar lapangan Sanaman Mantikei
+Gepeng Banjarmasin Serbu Palangka Raya
PALANGKA RAYA – Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Sosial (Dinsos) Palangka Raya menertibkan puluhan gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang beroperasi di Kota Cantik Palangka Raya.
Dari pendataan yang dilakukan, rata-rata gepeng yang diamankan berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Hal ini disampaikan Kepala Satpol PP Palangka Raya Berlianto, saat dihubungi Tabengan, Selasa (16/4).
“Rata-rata dari Banjarmasin untuk yang kita amankan kemarin. Semua dibuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Jika ketahuan mengulangi, maka akan kita pulangkan ke daerah asal,” kata Berlianto.
Dikatakan, penertiban dilakukan setelah maraknya keluhan masyarakat akan aktivitas gepeng yang meresahkan. Gepeng yang ditertibkan diantaranya pengemis yang berada di kawasan pasar besar dan sejumlah badut yang beroperasi di pinggiran jalan.
Berlianto menjelaskan, penanganan gepeng dan PKL memang sudah dilaksanakan sejak jelang lebaran hingga sekarang. Gepeng yang ditertibkan dibawa ke rumah singgah Dinsos yang ada di Jalan Poncowati untuk didata dan membuat surat pernyataan.
Terkait temuan adanya tunawisma yang hamil dan akan melahirkan di kawasan komplek olahraga Sanaman Mantikei, ia menjelaskan masih berkoordinasi dengan Dinsos terkait aksi dan penanganan. “Terima kasih laporannya, kita masih koordinasi dengan Dinsos terkait temuan tunawisma yang hamil tersebut,” pungkasnya.
Tunawisma Rumiko Ini Telah Memiliki KIS
Kepala Dinsos Palangka Raya Riduan mengatakan, tunawisma atas nama Rumiko ini telah memiliki KIS (Kartu Indonesia Sehat) sesuai dengan data yang dimiliki mereka.
“Dan dengan KIS ini, jika yang bersangkutan ingin melahirkan dan sebagainya, petugas kami sudah bertemu dan memberi masukan saran, kalau memang ada keluhan, yang bersangkutan bisa langsung datang ke Puskesmas Pahandut. Jadi harapannya dia akan dilayani,” kata Riduan.
Sementara Dinsos melalui Pekerja Sosial Ahli Muda Subkoordinator Seksi Rehabilitasi Sosial Anak dan Lansia Ekha Raya E Dohong menjelaskan, Rumiko sebenarnya bukanlah warga asli Kota Palangka Raya, melainkan dari Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), bahkan sudah pernah ditangani di tahun 2022 awal.
“Karena ini memang di Kota Palangka Raya, pastinya kita akan tindak lanjuti. Sekitar tahun 2022 awal itu kita sudah pernah menangani beliau juga bersama teman-teman Satpol PP serta RSJ Kalawa Atei dan waktu itu kita sudah berkontak, serta mengembalikan beliau ke pihaknya keluarganya. Namun di tahun 2024 ini ternyata beliau kembali lagi,” jelas Ekha.
Dikatakan, sebelum libur cuti bersama pihaknya telah memantau ke lokasi sebab ada laporan dari pihak kelurahan Langkai. Namun ketika pihaknya berkunjung ke lokasi, yang bersangkutan sudah tidak ada, diduga bersembunyi. Begitupula hasil dari penelusuran laporan kedua yang diterima.
“Yang pasti, apa yang akan dilakukan Dinsos nantinya adalah tetap melaksanakan penelusuran sesuai arahan dari pimpinan. Apalagi beliau sedang hamil, pasti urgensinya adalah kita harus memperhatikan serta merawat kesehatannya baik itu dari ibu dan calon anaknya nanti. Mengenai kondisi kejiwaannya memang ada riwayat gangguan kejiwaan,” lanjutnya.
Dinsos akan berkerja sama melakukan penelusuran dengan pihak kelurahan setempat, lalu tentang dari sisi kesehatan akan berkerja sama melalui Dinkes terkait faskes kelahiran dan lainnya.
“Pertolongan pertama pastinya nanti juga akan berkolaborasi dengan OPD lain dan teman-teman Dinsos Pulpis. Harapannya semoga kita bisa lekas berjodoh lah ibaratnya, segera bertemu dengan beliau lagi sehingga kita bisa cepat tangani. Pihaknya berterima kasih atas informasi dari masyarakat, agar hal seperti ini dapat secepatnya tertangani,” pungkasnya.
Sebelumnya Ririen Binti, pengurus PWI Kalteng saat sedang berolahraga sore bersama istri, berjumpa dengan Rumiko yang sedang duduk di aspal di sekitar Lapangan Sanaman Mantikei Palangka Raya.
Ririn mengharapkan instansi terkait secepatnya membawanya ke Panti Sosial, agar saat melahirkan kesehatan ibu dan bayinya terjaga,“ kata Ririen Binti yang juga Kepala Biro Liputan 6 SCTV Kalteng. fwa/rba





