*Di Lamandau Meluas, Pemkab Salurkan Bantuan
KASONGAN/TABENGAN.CO.ID – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) akibat curah hujan tinggi kian parah. Di Kabupaten Katingan, sedikitnya 3.000 rumah warga terendam, sementara di Kabupaten Lamandau, banjir semakin meluas. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat langsung turun lapangan menyerahkan bantuan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan Markus mengatakan, 5 kecamatan yang terdampak musibah banjir, di antaranya Kecamatan Katingan Hulu, Marikit, Katingan Tengah, Sanaman Mantikei dan Pulau Malan.
“Sedangkan ketinggian debit airnya bervariasi, mulai dari 80 centimeter hingga 125 centimeter,” kata Markus kepada sejumlah awak media, di ruang kerjanya, Selasa (28/5).
Menurut Markus, data tersebut disampaikan langsung dari laporan beberapa Camat yang bertugas di 5 kecamatan di wilayah hulu Kabupaten Katingan.
Di samping melakukan pendataan, anggota BPBD yang berada di lapangan juga melakukan berbagai bantuan dan edukasi kepada korban yang terkena musibah banjir di 5 kecamatan tersebut, bersama puluhan anggota Pemadam Kebakaran dan Penyelamat (Damkarmat) serta anggota Polres Katingan dan TNI dari Kodim 1019/Katingan dan para relawan.
Dikatakan, untuk sementara ini BPBD hanya menurunkan sarana dan prasarana (sarpras) jenis perahu karet, yang fungsinya di samping untuk melakukan pendataan dan pemantauan, juga untuk alat evakuasi korban jika ada yang sakit atau yang membutuhkannya.
“Sedangkan untuk bantuan berupa bahan pangan ataupun jenis sembako lainnya sampai saat ini masih belum kami laksanakan,” ujarnya.
Meskipun tidak dikehendaki, kata dia, namun jika debit air semakin bertambah dan terjadi banjir besar, BPBD akan membangun pos pelayanan, dapur umum, pos bantuan dan pos pengungsi, juga menambah sarpras lainnya.
Kemudian, jika memang di daerahnya ada yang tempat tinggalnya tidak bisa ditempati lagi, ia meminta agar segera melapor kepada BPBD yang berada di lapangan untuk minta diungsikan ke tempat yang lebih tinggi atau ke tempat yang lebih layak huni. “Sehingga, terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.
Banjir Lamandau
Sementara itu, dari pantauan Tabengan, Selasa (28/5), banjir yang terjadi di Kabupaten Lamandau juga terus meluas. Di Kelurahan Nanga bulik, yang semula banjir merendam permukiman warga di RT 12A, RT 11A, RT 10A RT 8B dan 8C, RT 1 dan RT 3, kini meluas ke beberapa RT lainnya, seperti RT 04 dan RT 05 serta RT 12B dan RT 12C.
“Banjir yang melanda ini adalah banjir genangan, artinya air kiriman dari wilayah hulu Lamandau yang memang dalam beberapa hari terakhir diguyur hujan,” kata Kalaksa BPBD Lamandau Hendikel, Selasa.
Dari hasil pendataan sementara, di wilayah Kelurahan Nanga Bulik sedikitnya ada 232 jiwa dari 62 KK yang terdampak banjir.
“Sejak kemarin sore, tim kita terus melakukan monitoring, pendataan dan juga evakuasi barang-barang atau perabotan warga korban banjir. Sebab, ada beberapa rumah warga terendam banjir parah hingga ketinggian air 140 cm,” jelasnya.
Ia juga menyebut, puluhan personel saat ini terus disiagakan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu ada masyarakat membutuhkan bantuan.
“Selain terus melakukan monitoring, tim TRC kita juga stand by untuk memberikan bantuan, termasuk hanya melakukan evakuasi jika dibutuhkan,” jelasnya.
Ia meminta kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di dataran rendah dan rawan banjir, agar senantiasa waspada. Terlebih prediksi BMKG, wilayah Kabupaten Lamandau masih berpotensi hujan hingga beberapa hari ke depan.
Untuk meringankan warga terdampak banjir, Penjabat (Pj) Bupati Lamandau Lilis Suriani bersama Kapolres AKBP Bronto Budiyono serta perwakilan Kodim 1017-Lmd melakukan monitoring sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga korban banjir.
“Hari ini kita menyalurkan bantuan logistik kepada warga korban banjir di Kelurahan Nanga Bulik. Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan dan membantu masyarakat, khususnya warga terdampak banjir,” kata Lilis. c-dar/c-kar











