Hukrim

Barikade Polisi Jebol, Warga Tutup Akses PT BAP

34
×

Barikade Polisi Jebol, Warga Tutup Akses PT BAP

Sebarkan artikel ini
TUTUP PABRIK–Warga Desa Selunuk, Kecamatan Seruyan Raya, menggelar demo menutup akses jalan keluar masuk dan pabrik PT Binasawit Abadi Pratama (BAP), anak perusahaan dari Sinar Mas Group, Senin (3/6).ISTIMEWA

KUALA PEMBUANG/TABENGAN.CO.ID – Warga Desa Selunuk, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan menggelar aksi demo dengan menutup akses jalan keluar masuk dan pabrik PT Binasawit Abadi Pratama (BAP), anak perusahaan dari Sinar Mas Group, Senin (3/6).

Aksi dilakukan masyarakat, menyusul apa yang telah disepakati bersama terkait realisasi plasma untuk masyarakat Desa Selunuk pada tanggal 2 Mei 2024, sampai saat ini juga belum direalisasi.

Adapun kesepakatan hasil pertemuan 2 Mei 2024: Pertama, pihak PT BAP dan masyarakat Desa Selunuk bersama-sama sepakat mengikuti regulasi yang berlaku tentang penyelesaian tuntutan fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar (FPKMS) 20 persen yang berada di areal perizinan PT BAP.

Kedua, PT BAP bersedia merealisasi plasma 20 persen untuk warga Desa Selunuk sebagaimana point pertama. Ketiga, proses pembahasan tentang realisasi plasma tersebut yang disepakati pada tanggal 7-8 Mei 2024 di Aula Kantor Desa Selunuk yang dihadiri pihak PT BAP.

Koordinasi aksi demo Kamarudin mengatakan, masyarakat tetap akan menuntut pihak perusahaan PT BAP untuk segera merealisasi plasma  20 persen. Tetapi, kalau belum juga dikabulkan maka masyarakat akan tetap bertahan di area perkebunan milik PT BAP.

‘’Kami tetap pada pendirian awal dan sesuai dengan surat kesepakatan bersama yang disepakati pada aksi pertama pada tanggal 2 Mei 2024 lalu. Tetapi apabila tuntutan ini tidka dikabulkan, maka kami akan menutup pabrik,’’ kata Kamarudin pada orasi di lapangan, Senin (3/6).

Aksi demo yang dikawal ketat anggota TNI dan Polres Seruyan yang dipimpin langsung Kapolres Seruyan AKBP Priyo Purwanto, awalnya berjalan kondusif.

Di lapangan, ada beberapa kali diadakan mediasi agar masyarakat tidak menutup pabrik, namun pihak masyarakat tetap bersikeras agar pabrik tidak boleh beroperasi sebelum tuntutan mereka dikabulkan.

Aksi sedikit memanas setelah masyarakat memaksa untuk masuk ke dalam yang pada awalnya aksi hanya digelar di luar portal PT BAP. Tetapi karena negoisasi demi negoisasi tidak mendapat kesepakatan, akhirnya masyarakat masuk dengan menerobos barisan aparat dan satuan pengamanan pihak perusahaan yang mencoba menghalangi masyarakat untuk masuk ke dalam area perkebunan.

Kapolres Seruyan AKBP Priyo Purwanto yang dihubung terpisah, Senin (3/6) malam, mengatakan, hingga saat ini terus dilakukan mediasi antara perusahaan dan masyarakat. c-zul/jsi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *