Hukrim

Kerugian Miliaran, Sindikat Pencuri Aset Sekolah Dibekuk

27
×

Kerugian Miliaran, Sindikat Pencuri Aset Sekolah Dibekuk

Sebarkan artikel ini
Kerugian Miliaran, Sindikat Pencuri Aset Sekolah Dibekuk
PENCURIAN-Kapolda Kalteng Irjen Pol Djoko Poerwanto didampingi Plt Kadisdik Kalteng M Reza Prabowo saat rilis kasus pencurian aset sekolah, Kamis (4/7). TABENGAN/FERRY WAHYUDI

+Disdik Evaluasi Pengamanan Sekolah 

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.IDDirektorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) berhasil mengungkap sindikat pencurian spesialis sekolah yang beraksi lintas provinsi.

Tiga tersangka berhasil dibekuk dalam pengungkapan yang melibatkan Polda Metro Jaya dan Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) tersebut. Sedangkan satu tersangka lainnya masih dalam pencarian (DPO).

Kapolda Kalteng Irjen Pol Djoko Poerwanto mengatakan, tiga tersangka yang berhasil ditangkap, AS asal Jakarta, DK Bengkulu dan H asal Jawa Barat (Jabar). Tersangka DPO diketahui berinisial G.

Dalam kurun beberapa bulan terakhir, keempat tersangka berhasil menggasak tujuh sekolah, lima sekolah di Kalteng dan dua sekolah di Kalsel.

Di antaranya, di SMAN 3 Bintang Awai, Barito Selatan (Barsel), SMAN I Tamban Catur, Kapuas, SMPN 3 Maliku, Pulang Pisau (Pulpis), SMPN 3 Gunung Timang, Barito Utara (Barut), SMAN I Banua Lima, Barito Timur (Bartim), SMAN 2 Paringin, Balangan, Kalsel dan SMAN I Angkinang, Hulu Sungai Selatan, Kalsel.

Peran tersangka ini masing-masing. Ada yang menjadi sopir, pemantau keadaan dan eksekutor,” kata Kapolda Kalteng Djoko Poerwanto, saat rilis di lobi Mapolda, Kamis (4/7) pagi.

Ia menerangkan, penangkapan berhasil dilakukan berkat kerja sama dengan Polda Metro Jaya dan Polda Kalsel. Tersangka AS berhasil diamankan di Jakarta Barat, tersangka DK di Jakarta Pusat dan tersangka H di Jabar, Kamis (27/6) lalu.

Dari tangan tiga tersangka, petugas menyita sejumlah barang bukti hasil curian, seperti 44 unit tablet, 25 unit PC All In One merek AIO, 23 unit laptop, 7 unit proyektor, satu unit TV, speaker, 1 dus charger laptop, 13 unit komputer dan satu unit mobil Kijang bernopol B 11459 FVD sebagai sarana kejahatan.

“Modus para tersangka ini mencari sasaran dengan melakukan pencarian di media terhadap sekolah-sekolah yang memiliki sarana dan prasarana yang baik, khususnya elektronik,” ungkapnya, didampingi Direktur Reskrimum Kombes Pol Nuredy dan Plt Kadisdik Kalteng Muhammad Reza Probowo.

Djoko menegaskan, penyidikan terhadap kasus ini masih aktif dengan melakukan pengejaran terhadap tersangka yang masih DPO.

“Ketiga tersangka kita kenakan Pasal 363 ayat (1) ke 3, ke 4 dan ke 5 KUHPidana dengan ancaman maksimal 7 tahun,” tegasnya.

Sementara, Dir Reskrimum Kombes Pol Nuredy menjelaskan, ketiga tersangka diketahui sebagai residivis kasus pencurian. Untuk tersangka inisial AS, residivis pencurian handphone di Jakarta dan residivis pencurian komputer sekolah di Banten.

Kemudian tersangka DK residivis kasus narkoba di Bengkulu dan pencurian komputer sekolah di Banten. H residivis kasus pencurian di Belitung dan DPO kasus pencurian komputer sekolah di Polres Madiun.

“Kami Polda Kalteng berupaya melakukan pencarian dan penangkapan terkait tersangka inisial G. Para tersangka ini pemain lintas provinsi, khusus Kalteng saja kerugian akibat pencurian tersebut senilai Rp1 miliar,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagian barang hasil pencurian sudah dijual ke berbagai lokasi, sehingga petugas turut mengamankan uang tunai senilai Rp3 juta. Alat elektronik tersebut dijual diantaranya di wilayah Glodok, Jakarta dan Bekasi. “Tempat penjualan barang curian ini di banyak titik, tersangka menjualnya per satuan atau eceran, tidak langsung banyak,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kadisdik Kalteng Muhammad Reza Prabowo menuturkan, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengapresiasi pengungkapan yang dilakukan Polda Kalteng. Alat elektronik yang dicuri dari sekolah sebenarnya adalah media pendukung digitalisasi pembelajaran agar sumber daya manusia (SDM) di Kalteng dapat berkembang dan bersaing.

“Atas kejadian ini tentunya menjadi evaluasi bagi kami untuk bisa mengamankan aset masing-masing di setiap satuan pendidikan. Kita juga akan meminta setiap satuan pendidikan agar berkoordinasi dengan kepolisian setempat dalam rangka pengamanan,” kata Reza.

Atas kejadian tersebut, pihaknya juga akan mengevaluasi pengamanan yang ada di setiap sekolah agar kejadian itu tidak terulang. Pihaknya setiap tahun mengeluarkan anggaran miliaran rupiah untuk mendukung sistem pembelajaran di Kalteng.

“Setiap tahun kita mengeluarkan anggaran miliaran rupiah untuk mendukung pembelajaran yang ada di Kalteng, itu dilakukan untuk meningkatkan SDM yang ada di Kalteng untuk bisa bersaing,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, digitalisasi pembelajaran juga menjadi fokus utama Pemprov Kalteng untuk mendukung peningkatan SDM. Karena setiap tahun, satuan pendidikan di Kalteng selalu diingatkan pentingnya pengamanan aset sekolah.

“Setiap tahun selalu kita ingatkan setiap jajaran satuan pendidikan yang ada di Kalteng agar melakukan pengamanan aset masing-masing,” ujarnya.

Ia juga Reza menegaskan, usai kejadian kasus pencurian itu, pihaknya akan mengevaluasi beberapa hal termasuk keamanan sekolah. “Selain meningkatkan pengawasan dan meminta ada satpam, kita juga berencana menyiapkan CCTV di sekolah,” lanjutnya.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk meningkatkan keamanan di sekolah-sekolah yang ada di Kalteng. “Kami juga akan menginstruksikan setiap satuan pendidikan yang ada di Kalteng untuk berkoordinasi dengan Polsek terdekat berkaitan dengan keamanan,” tambahnya.

Reza juga berharap pihak kepolisian dapat berkoordinasi dengan satuan pendidikan yang ada Kalteng untuk menjaga keamanan aset sekolah. “Saya mengucapkan terima kasih pada kepolisian yang telah membantu dan mendukung peningkatan SDM di Kalteng,” pungkasnya. fwa/rmp