DPRD PALANGKA RAYA

Musim Pancaroba, Dewan Minta Masyarakat Jaga Kesehatan 

22
×

Musim Pancaroba, Dewan Minta Masyarakat Jaga Kesehatan 

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi I C Ruselita

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Cuaca yang tak menentu, dimana dalam 2 hari terakhir hujan turun dengan intensitas tinggi berpotensi menimbulkan berbagai wabah penyakit.

Terkait kondisi ini, Wakil Ketua Komisi I C Ruselita mengajak seluruh masyarakat di Kota Palangka Raya untuk menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap rentannya penyakit menular seperti flu dan batuk.

“Untuk mengurangi resiko terkena penyakit flu dan batuk yang biasa disebabkan musim peralihan atau pancaroba, masyarakat diimbau untuk bisa menjaga kesehatan serta meningkatkan daya tahan tubuh mereka,” kata Ruselita, kemarin.

Ia menambahkan, saat cuaca tak menentu, masyarakat sangat perlu meningkatkan kualitas kesehatannya, dengan menjaga kebersihan makanan, menjaga kebersihan tempat tinggal, perbanyak konsumsi makanan bergizi dan sehat serta aktif melakukan kegiatan olah raga.

“Diharapkan dengan melakukan berbagai upaya ini akan memungkinkan kita bertahan dalam menghadapi cuaca ekstrem, dan kesehatan tubuh akan selalu terjaga dengan baik,” ucapnya.

Selain itu, Ruselita juga mengingatkan masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kelancaran drainase.

Sebab potensi penyebaran penyakit bukan saja dipicu dari perubahan cuaca ektrem, namun juga dipengaruhi kebersihan lingkungan.

Penyakit seperti diare, demam berdarah dengue, tipes dan sejumlah penyakit lainnya, biasanya disebabkan minimnya kebersihan lingkungan tempat tinggal.

“Oleh karena itu, penting untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan cara ini, potensi penyebaran penyakit dapat diminimalisir,” ujar Ruselita.

“Sampah yang berserakan mengandung banyak kuman dan bakteri. Jika anak-anak bermain di luar dan menyentuh sampah, kemudian ditakutkannya memasukkan tangannya ke mulut setelah itu, kuman dan bakteri tersebut dapat dengan mudah menyebar,” lanjutnya.

Diminta pula peran aktif Ketua RT/RW untuk mengajak warganya gotong royong membersihkan lingkungan secara rutin, minimal seminggu sekali.

Kegiatan gotong royong secara rutin, kata Ruselita, selain menciptakan lingkungan bersih dan terawat, juga semakin mempererat silaturahmi antar warga, baik yang sebelumnya sudah mengenal ataupun belum sama sekali.

“Jika kita memiliki kebersamaan yang erat dengan lingkungan sekitar, akan tercipta rasa kepedulian yang tinggi antar sesama tetangga, terutama jika ada tetangga yang alami kesusahan,” tandas Ruselita.rba

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *