Hukrim

Diduga Keracunan Nasi Goreng , 7 Murid SD Dirawat Inap di Rumah Sakit 

16
×

Diduga Keracunan Nasi Goreng , 7 Murid SD Dirawat Inap di Rumah Sakit 

Sebarkan artikel ini
Diduga Keracunan Nasi Goreng , 7 Murid SD Dirawat Inap di Rumah Sakit 
DIRAWAT-Murid SDN 1 Kereng Bangkirai ketika menerima perawatan medis usai diduga keracunan makanan.TABENGAN/FERRY WAHYUDI

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Gerak cepat turut dilakukan Polsek Sabangau, Polresta Palangka Raya usai menerima laporan dugaan keracunan belasan siswa SDN 1 Kereng Bangkirai.

Kapolsek Sabangau Iptu Ahmad Taufik, mengatakan usai menerima laporan pihaknya segera mengecek lokasi kejadian dan menenangkan pihak sekolah, anak-anak hingga orangtua siswa.

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah, puskesmas terdekat untuk mencari dan mengumpulkan bukti-bukti. Seperti sisa nasi goreng, minuman jenis kemasan, kecap saos dan bumbu masak yang diduga menjadi penyebab keracunan,” ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga telah mendatangi warung yg mengakibatkn di duga keracunan hingga ke tempat tinggal. Dari kejadian tersebut. 16 korban diduga keracunan dilarikan ke RS Bhayangkara Raya dan RS Kota Palangka Raya.

“Informasi sementara 5 siswa masih rawat inap di RS Bhayangkara dan dua siswa lagi turut menjalani rawat inap di RS Kota Palangka Raya,” tutupnya.

16 Murid SD Diduga Keracunan Nasi Goreng

Sebelumnya, 16 murid SDN 1 Kereng Bangkirai, Palangka Raya terpaksa dilarikan ke Puskesmas dan rumah sakit setempat usai diduga mengalami keracunan makanan, Rabu (31/7) pagi.

Belasan murid tersebut mengalami lemas, mual dan sakit perut setelah mengonsumsi jajanan di lingkungan sekolah.

Endi, salah satu guru, mengatakan, siswanya mengaku mual dan muntah-muntah usai mengonsumsi jajanan yang ada di lingkungan sekolah.

“Kalau untuk makanannya tidak tahu, cuma mereka beli jajanan di kantin lingkungan sekolah,” ujarnya.

Adapun gejala dari anak-anak yang diduga mengalami keracunan massal tersebut, di antaranya merasakan gejala tidak enak badan seperti mual, muntah dan sakit perut. Keluhan pertama kali muncul dari siswa pada saat jam istirahat sekitar pukul 08.50 WIB.

Menanggapi hal ini, pihak sekolah pun segera bertindak cepat dengan mengantar para murid ke UKS dan menghubungi orang tua murid yang terkena dampak keracunan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani membenarkan peristiwa tersebut. Hingga saat ini seluruh siswa yang sempat diduga keracunan makanan telah dipulangkan setelah menerima perawatan medis di Puskesmas, Rumah Sakit Kota Palangka Raya dan Rumah Sakit Bhayangkara.

“Sampai sekarang sudah membaik semua. Sudah pulang semua. Paling parah tadi sempat lemas karena cepat ditangani akhirnya sudah bisa tertangani,” jelasnya.

Dugaan sementara, lanjut Jayani, keracunan berasal dari kantin di lingkungan sekolah, di mana siswa membeli nasi goreng.

“Sudah diselesaikan, tadi pihak pedagang nasi goreng dan juga orang tua siswa telah bertemu dan diselesaikan secara kekeluargaan. Kita turut menunggu hasil uji sampel makanan,” pungkasnya. fwa