*Keluarga Korban Minta Polisi Bergerak Cepat
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Terjadi penembakan oleh orang tak dikenal pada Pos Security PT Berkala Maju Bersama (BMB), Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Senin (29/7) sekitar pukul 09.30 WIB. Seorang Asisten Humas PT BMB bernama Petrus Ukarli (48) yang berada dalam pos itu tertembak pada bagian bahu. Nahas, korban meninggal pada Kamis (1/8) dini hari saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Kapolres Gumas AKBP Theodorus Priyo Santosa melalui Kapolsek Manuhing Iptu Teguh Triyono, Jumat (2/8), membenarkan terjadinya penembakan di wilayah hukumnya tersebut.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan memeriksa beberapa saksi, guna mencari dan mengumpulkan barang bukti terkait peristiwa tersebut,” ujar Kapolsek Manuhing.
Dia membeberkan, peristiwa berawal saat Pendi dan Ukarli sedang bertugas di Pos Security PT BMB. Tiba-tiba, datang seorang pelaku yang mengendarai sepeda motor warna hitam dan langsung mengarahkan senapan angin ke arah pos security.
Pelaku kemudian menembakkan satu kali tembakan senapan angin ke arah pos security dan mengenai korban pada bagian bahu. Korban langsung mengalami pendarahan dan dilarikan ke Puskesmas Manuhing. Sementara itu, pelaku langsung melarikan diri ke arah jalan negara.
Sampai saat ini pihak Polsek Manuhing masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut. Kapolsek mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh kejadian ini.
“Kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar pelaku penembakan dapat segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pesan Kapolsek.
Terpisah, salah satu keluarga korban yang tidak mau disebutkan namanya meminta polisi bergerak cepat untuk menemukan dan menangkap pelaku penembakan. Menurutnya, sejumlah anggota keluarga korban mulai tidak sabar dan ingin bergerak sendiri mencari pelaku.
Korban sempat dirujuk ke rumah sakit di Palangka Raya untuk mendapat perawatan lebih lengkap, Senin (29/7) malam. Namun, beberapa hari setelah perawatan di Rumah Sakit Betang Pambelum Palangka Raya, kondisi korban sempat menurun dan masuk ICU. Setelah mengalami sesak napas dan asam lambung, korban akhirnya meninggal dunia, Kamis (1/8) dini hari.
Keluarga korban menyatakan, peluru yang menewaskan korban berukuran sekitar 5,5 milimeter dan bukan seperti peluru senapan angin berukuran standar 4,5 milimeter yang beredar bebas di masyarakat. Peluru kaliber cukup besar yang digunakan pada senapan angin bertabung gas jenis PCP itu menurutnya banyak dipakai oknum warga untuk berburu secara diam-diam.
“Kami minta polisi juga giat merazia senapan berkaliber besar yang ditengarai banyak dipegang oknum warga,” pintanya.
Keluarga juga meminta kepedulian pihak manajemen PT BMB karena korban meninggal saat sedang menjalankan tugasnya di perusahaan tersebut.
“Mengingat korban meninggalkan istri dan anak-anaknya. Yang mana korban tulang punggung ekonomi keluarga,” pungkasnya. dre/c-hen





