SPIRIT POLITIK

Rebutan 4 Wilayah Suara Terbesar

23
×

Rebutan 4 Wilayah Suara Terbesar

Sebarkan artikel ini

PREDIKSI PETA PEREBUTAN LUMBUNG SUARA

*Kotim, Kapuas, Palangka Raya, Kobar Penentu Kemenangan Pilgub

WILAYAH BARAT

(Kotim, Kobar, Seruyan,

Lamandau dan Sukamara)

Agustiar Sabran

Abdul Razak

Supian Hadi

Wilayah Barito

(Mura, Barut, Barsel dan Bartim)

Nadalsyah (Koyem))

Willy M Yosep

Wilayah Tengah

(Palangka Raya,

Katingan, Pulpis dan Kapuas)

Edy Pratowo

Sri Suwanto

Habib Ismail Bin Yahya

 PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Perebutan suara di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Tengah (Kalteng) 2024 dipastikan berjalan sengit. Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kapuas, Palangka Raya, dan Kotawaringin Barat (Kobar) diprediksi menjadi medan tempur “terpanas”.

Pasalnya, siapa yang berhasil menguasai 4 wilayah tersebut, dipastikan akan memenangkan Pilgub Kalteng. Karena berdasarkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), jumlah pemilih di Kotim, Kapuas, Palangka Raya dan Kobar terbanyak.

Dari 1.962.388 pemilih se-Kalteng, Kotim terbesar dengan 310.242 pemilih, kemudian Kapuas 295.443 pemilih, Kota Palangka Raya 218.567 pemilih dan Kobar 201.816 pemilih. Jika dikalkulasi, lumbung suara di 4 wilayah ini sudah mencapai 1 juta lebih. Tepatnya 1.026.068 pemilih. Sudah lebih dari 50 persen jumlah pemilih se-Kalteng.

Artinya, suara 4 kabupaten/kota itu setara bahkan lebih besar dari jumlah keseluruhan 10 kabupaten lainnya. Diketahui, DPS Kabupaten Katingan, Barito Utara, Seruyan, Pulang Pisau, Barito Selatan, Gunung Mas, Barito Timur, Murung Raya, Lamandau dan Sukamara jika dikumpulkan hanya mencapai 936.320 atau hanya 900 ribu lebih.

Maka, untuk mengunci kemenangan di Pilgub Kalteng, paling tidak harus menguasai 4 kabupaten/kota tersebut, karena memiliki pemilih yang lebih besar dibandingkan dengan 10 kabupaten lainnya.

Para Bapaslon Pilgub Kalteng yang telah mendaftar di KPU Kalteng, Abdul Razak-Sri Suwanto, Agustiar Sabran-Edy Pratowo, Willy Midel Yoseph- Habib Ismail Bin Yahya, dan Nadalsyah Koyem-Supian Hadi, diprediksi akan adu taktik dan kekuatan habis-habisan untuk menggarap wilayah tersebut.

Menurut Pengamat Politik sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya (UPR) Ricky Zulfauzan mengatakan, masing-masing Bapaslon Gubernur dan Wagub Kalteng memiliki ceruk atau basis suara di masing-masing wilayah.

Secara garis besar wilayah peta suara Kalteng dibagi menjadi tiga: timur, tengah dan barat. Wilayah timur meliputi Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Barito Utara (Batara), Barito Timur (Bartim) dan Murung Raya (Mura).

Wilayah tengah, meliputi Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau (Pulpis), Palangka Raya, Katingan dan Gunung Mas (Gumas). Sementara untuk wilayah barat, meliputi Kabupaten Kotim, Seruyan, Kobar, Sukamara dan Lamandau.

“Dari keempat Bapaslon tersebut, memiliki ceruk suara di masing-masing wilayah Kalteng, baik di wilayah timur, tengah dan barat Kalteng,” kata Ricky kepada Tabengan, Selasa (3/9).

Ricky membeberkan, Bapaslon yang ada saat ini juga memiliki ceruk suara yang saling beririsan satu sama lain. Dan akan saling memperebutkan wilayah masing-masing.

“Misalnya Willy dan Koyem yang akan bertarung memperebutkan suara di wilayah timur atau DAS Barito. Mengingat Willy mantan Bupati Mura dua periode dan Koyem mantan Bupati Barut dua periode akan saling mencuri suara di wilayahnya,” bebernya.

Kemudian, untuk wilayah tengah ada 3 calon yang akan bertarung: Edy Pratowo, Sri Suwanto dan Habib Ismail. Ketiganya adalah calon wakil gubernur yang berasal dari wilyah tengah yang memiliki dua lumbung suara besar.

“Jadi, karena DPS Kapuas dan Palangka Raya besar, maka pasti mereka akan saling berebut suara di sini, agar memiliki peluang menang yang besar,” ungkap Ricky.

Lalu, untuk wilayah barat, ada tiga calon juga yang akan berebut suara: Agustiar, Razak dan SHD. Agustiar dan Razak sama-sama berasal dari Kobar yang juga salah satu lumbung suara dan nanti akan salin berebut. Kemudian SHD mantan Bupati Kotim, juga akan berusaha mengamankan suara untuk bisa menang.

“Kotim dan Kobar merupakan dua daerah yang juga memang harus dikuasai, karena memiliki jumlah pemilih yang sangat besar,” kata Ricky.

Dari sisi demografi peta suara berdasarkan wilayah, Bapaslon akan saling berebut. Selain itu, ada juga menggaet pemilih berdasarkan identitas persamaan suku atau agama.

Dari keempat Bapaslon, hanya Willy M Yoseph yang beragama Kristen dan yang lainnya semuanya adalah Islam. Ini salah satu keuntungan Willy untuk bagaimana merebut suara Kristen sebanyak-banyaknya.

“Tetapi, Kalteng ini cenderung tidak memilih berdasarkan agama, jadi tidak pasti juga ketika agama A akan dipilih A. Biasanya juga melihat hal lain,” jelasnya.

Selain agama, menggaet suara melakui persamaan suku juga menarik, sebab suku Bapaslon juga bisa menarik suara berdasarkan persamaan suku, baik Suku Dayak, Suku Banjar dan Suku Jawa.

“Saat ini, Suku Jawa menjadi yang terbesar di Kalteng bersama Suku Dayak dan Banjar. Jadi bagi Bapaslon juga bagaimanabisa menggaet suara berdasarkan suku ini. Walaupun kita tau, dari calon yang ada, Edy Pratowo dan Sri Suwanto merupakan suku Jawa yang berpotensi untuk mendulang suara dari pemilih jawa. Tetapi menurut saya pemilih jawa ini cenderung rasional dalam memilih dan tidak mesti harus satu suku,” bebernya lagi.

Lebih lanjut, Ricky juga melihat jumlah pemilih pemula atau pemilih baru yang ada pada Pilkada 2024 ini jumlahnya bertambah mencapai 147.079. Artinya jumlah pemilih muda yang besar ini harus dimanfaatkan oleh para Bapaslon yang ada.

“Jadi melihat, pemilih muda atau pemilih pemula yang besar ini. Bapaslon harus memiliki strategi dalam mengaet mereka dengan mengikuti trend yang saat ini ada. Karena bagaimanapun suara dari mereka juga cukup besar untuk menambah presentase kemenangan,” imbuhnya.

Selain pemilih pemula, kata Ricky, hal juga yang harus diperhatikan adalah para pemilih disabilitas yang jumlahnya sekitar 9.138, para Bapaslon harusnya juga mengakomodir mereka dengan menyediakan visi misi untuk diketahui mereka.

“Saya rasa pemilih disabilitas ini juga perku untuk digaet, karena mereka memilih rasional jadi perlu bapaslon menyediakan berbagai wadah baik penyerjemah dan lainnya agar dipahami oleh mereka untuk menggaet suara mereka dan memenuhi hak-hak disabilitas,” ujarnya.

Kalau untuk pemilih wanita yang jumlahnya sekitar 900 ribu lebih, itu juga perlu dipikirkan. Sebab mereka juga memiliki jumlah suara hampir setengah dari jumlah DPS.

“Untuk pemilih wanita biasanya mereka cenderung sepaket atau mengikut keluarga baik ayah atapun suami. Sehingga perlu juga untuk mewadahi kepentingan bagi para pemilih wanita,” katanya.

Sehingga, kata Ricky, Bapaslon harus pandai-pandai dalam melakukan strategi untuk menggaet suara pemilih melalui ide dan gagasannya. Dan yang perlu memang dikuasai yakni 4 daerah yang menjadi kunci bagi kemengan Bapaslon.

“Jika ingin menang, Kotim, Kapuas, Palangka Raya dan Kobar menjadi daerah yang harus dikuasai untuk dapat memenangkan kontestasi di Pilgub Kalteng 2024,” pungkas Ricky. rmp

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *