SPIRIT POLITIK

DEBAT PILKADA-Aktivis Minta KPU Masukkan Isu Lingkungan

15
×

DEBAT PILKADA-Aktivis Minta KPU Masukkan Isu Lingkungan

Sebarkan artikel ini
KEPRIHATINAN-Aktivis melakukan aksi damai depan kantor KPU Kalteng untuk menuntut isu lingkungan dimasukkan dalam debat calon peserta Pilkada 2024, Minggu (6/10). FOTO ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Sejumlah aktivis dari Aliansi Iklim Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan aksi damai di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng, Minggu (6/10) pagi. Mereka menuntut agar KPU memasukkan sejumlah isu terkait alam dan hak asasi manusia ke dalam debat kontestan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang akan berlangsung tidak lama lagi.

Dalam aksinya, para aktivis menggelar sejumlah spanduk di depan kantor KPU Kalteng. Mereka meminta KPU Kalteng memasukkan isu lingkungan hidup, sumber daya alam, dan hak asasi manusia dalam debat pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota 2024-2029. Menurut aktivis, tuntutan tersebut muncul dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan dan hak asasi manusia yang terjadi di wilayah Kalteng saat ini.

Pihak kepolisian melakukan pengamanan ekstra ketat selama melakukan pengawalan aksi damai tersebut denga mengerahkan puluhan personel. Para peserta aksi hanya dapat meneriakan tuntutan dan orasi mereka dari balik kawat berduri yang dipasang pihak kepolisian di depan kantor KPU Kalteng.

Usai menyerahkan surat tuntutan kepada pihak KPU Kalteng, peserta aksi kemudian bergerak ke arah Bundaran Besar Palangka Raya. Aparat kepolisian juga terus melakukan pengawalan saat peserta aksi menyerukan tuntutan mereka di tepi jalan Bundaran Besar.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Boy Herlambang melalui Kabagops Kompol Ganda B. Napitupulu selaku koordinator tugas menjelaskan, pam tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menjaga situasi kamtibmas wilayah hukumnya.

“Pam kami lakukan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama berjalannya aksi damai yang digelar oleh rekan-rekan dari Aliansi Iklim Kalimantan Tengah, sehingga diharapkan dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar,” jelasnya.

Pam dilaksanakan oleh 36 personel gabungan dari Polresta Palangka Raya dan Polsek jajaran dengan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) bagi massa aksi dan sesuai dengan SOP Polri yang berlaku dalam setiap tugas pam. ist/dre

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *